Jelang Musim Dingin, Harga Gas Eropa Diperkirakan Bisa Naik 3 Kali Lipat

Senin, 16 Mei 2022 - 18:30 WIB
Perusahaan riset energi dan intelijen bisnis independen Rystad Energy memperkirakan harga gas di Eropa bisa melonjak 3 kali lipat saat musim dingin nanti. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - "Badai musim dingin yang sempurna" diperkirakan tengah terbentuk di Eropa seiring upaya Uni Eropa itu membatasi aliran gas dari Rusia. Analis di Rystad Energy menilai kemungkinan tidak akan ada cukup gas alam cair (LNG) untuk menggantikan gas Rusia selama musim beku di benua tersebut.

Menurut laporan dari perusahaan riset energi dan intelijen bisnis independen yang berkantor pusat di Oslo, Norwegia itu, tahun lalu Rusia mengirim 155 miliar meter kubik (bcm) gas ke Eropa, atau sekira lebih dari 31% pasokan gasnya. Keterbatasan pasokan diproyeksi akan mengerek harga gas di UE melonjak menjadi USD3.500 per 1.000 meter kubik.



Baca Juga: Pangkas Sepertiga Impor Gas Rusia, UE Serukan Kebangkitan Energi Nuklir

"Mengganti sebagian besar dari (pasokan) ini akan sangat sulit, dengan konsekuensi luas bagi populasi Eropa, ekonomi, dan peran gas dalam transisi energi kawasan," ungkap laporan Rystad Energy yang dikutip RT.com.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!