Saham Melonjak 23,39% dalam Sepekan, Begini Strategi UNVR Tingkatkan Kinerja
Rabu, 18 Mei 2022 - 14:07 WIB
Tak berhenti di situ, tekanan dari sisi biaya produksi efek harga bahan baku yang meningkat juga berimbas ke UNVR, namun strategi yang dijalankan selama pandemi terbukti berhasil. Penurunan kinerja di tengah pandemi sangat wajar, apalagi untuk perusahaan consumer goods dimana masyarakat mendapat tekanan dari sisi penghasilan ikut turun sehingga mengurangi pembelian atau belanja produk konsumsi. Meski begitu, beragam langkah yang dilakukan UNVR seperti melakukan efisiensi, terbukti bisa menahan penurunan bahkan di tengah sentimen yang negatif.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan, Reski Damayanti menjelaskan bahwa perseroan terus memonitor secara intensif sentimen pelaku pasar modal terhadap pergerakan harga saham Unilever Indonesia, sejalan dengan perkembangan kinerja perseroan di setiap periode. Reski juga melihat adanya sentimen positif dari para pelaku pasar modal selama sepekan kemarin yang merefleksikan kinerja perseroan di kuartal 1 tahun 2022, sejalan dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik (GCG) yang berfokus pada peningkatan daya saing yang berkelanjutan.
"Hasil kuartal 1 tersebut mulai menunjukkan bahwa lima strategi prioritas kami tepat sasaran, sehingga kami percaya bahwa Perusahaan telah berada di jalur yang benar untuk membangun pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dan berkelanjutan,", jelas Reski 
Tambah Reski, bauran tantangan eksternal khususnya di peningkatan harga komoditas, dan pemulihan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama bagi perseroan untuk terus kreatif dan efisien dalam menjawab kebutuhan pasar.
"Unilever, sebagai emiten akan tetap berusaha kompetitif, dan senantiasa menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan di tengah persaingan yang sangat ketat," katanya.
Terkait rumor PHK massal, Reski menyatakan bahwa manajemen dan perusahaan selalu menghormati aspirasi karyawan dan berbagai platform resmi yang ditujukan untuk menyampaikan aspirasi serta berdialog secara konstruktif. Ke depan perseroan berharap proses transisi dapat berjalan dengan lancar, bagi kebaikan semua dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Reski menjelaskan bahwa pada awal bulan April 2022, perusahaan melakukan penyesuaian pada unit-unit spesifik yang telah berakhir masa operasionalnya. Jumlah karyawan yang terdampak penyesuaian operasional ini adalah 161 karyawan, tidak ada penambahan. Dari jumlah tersebut, mayoritas karyawan terdampak yakni sebanyak 96 orang telah menandatangani persetujuan untuk menerima paket pesangon yang disiapkan, sementara 65 karyawan lainnya memutuskan belum menerima.
Pesangon yang ditawarkan perusahaan memiliki nilai yang melebihi standar kewajiban yang ditetapkan undang-undang. Perseroan juga memberikan berbagai dukungan lain diantaranya insentif tambahan, pelatihan, dan serangkaian paket manfaat yang akan mendukung kesiapan karyawan terdampak agar dapat tetap produktif pasca menyelesaikan masa kerja perusahaan.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan, Reski Damayanti menjelaskan bahwa perseroan terus memonitor secara intensif sentimen pelaku pasar modal terhadap pergerakan harga saham Unilever Indonesia, sejalan dengan perkembangan kinerja perseroan di setiap periode. Reski juga melihat adanya sentimen positif dari para pelaku pasar modal selama sepekan kemarin yang merefleksikan kinerja perseroan di kuartal 1 tahun 2022, sejalan dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik (GCG) yang berfokus pada peningkatan daya saing yang berkelanjutan.
"Hasil kuartal 1 tersebut mulai menunjukkan bahwa lima strategi prioritas kami tepat sasaran, sehingga kami percaya bahwa Perusahaan telah berada di jalur yang benar untuk membangun pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dan berkelanjutan,", jelas Reski 
Tambah Reski, bauran tantangan eksternal khususnya di peningkatan harga komoditas, dan pemulihan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama bagi perseroan untuk terus kreatif dan efisien dalam menjawab kebutuhan pasar.
"Unilever, sebagai emiten akan tetap berusaha kompetitif, dan senantiasa menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan di tengah persaingan yang sangat ketat," katanya.
Terkait rumor PHK massal, Reski menyatakan bahwa manajemen dan perusahaan selalu menghormati aspirasi karyawan dan berbagai platform resmi yang ditujukan untuk menyampaikan aspirasi serta berdialog secara konstruktif. Ke depan perseroan berharap proses transisi dapat berjalan dengan lancar, bagi kebaikan semua dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Reski menjelaskan bahwa pada awal bulan April 2022, perusahaan melakukan penyesuaian pada unit-unit spesifik yang telah berakhir masa operasionalnya. Jumlah karyawan yang terdampak penyesuaian operasional ini adalah 161 karyawan, tidak ada penambahan. Dari jumlah tersebut, mayoritas karyawan terdampak yakni sebanyak 96 orang telah menandatangani persetujuan untuk menerima paket pesangon yang disiapkan, sementara 65 karyawan lainnya memutuskan belum menerima.
Pesangon yang ditawarkan perusahaan memiliki nilai yang melebihi standar kewajiban yang ditetapkan undang-undang. Perseroan juga memberikan berbagai dukungan lain diantaranya insentif tambahan, pelatihan, dan serangkaian paket manfaat yang akan mendukung kesiapan karyawan terdampak agar dapat tetap produktif pasca menyelesaikan masa kerja perusahaan.
Lihat Juga :