China Habiskan Rp87,5 Triliun Buat Beli Minyak, Gas dan Batu Bara Rusia
Sabtu, 21 Mei 2022 - 05:12 WIB
Ini berarti bahwa 72% dari total impor China dari mitra strategisnya pada bulan April didominasi terkait dengan energi. Angka volume untuk gas tidak termasuk impor dari pipa yang belum dilaporkan sejak awal tahun, tetapi tautan Power of Siberia adalah saluran utama bahan bakar ke China.
Baca Juga: Nyerah! Separuh Klien Gas Rusia Buka Rekening di Gazprombank
Selain itu, Beijing sedang dalam diskusi dengan Moskow untuk mengisi kembali stok minyak mentah strategisnya dengan minyak asal Rusia yang lebih murah. Kabar ini menjadi sebuah pertanda bahwa hubungan energi antara keduanya menguat karena pasar barat Rusia layu akibat perang di Ukraina.
Selanjutnya ada beberapa sorotan lain dari perdagangan komoditas antara China dan Rusia pada bulan April:
- Impor batu bara turun 14% secara year to year menjadi 3,82 juta ton karena pembatasan Covid, cuaca yang cenderung ramah dan peningkatan output domestik mengurangi permintaan untuk varietas termal.
- Tetapi batu bara kokas untuk industri baja naik untuk bulan ketiga menjadi 1,71 juta ton, lebih dari dua kali lipat dari level pada tahun lalu, setelah pabrik membeli lebih banyak seiring membaiknya proyeksi belanja pemerintah.
Baca Juga: Nyerah! Separuh Klien Gas Rusia Buka Rekening di Gazprombank
Selain itu, Beijing sedang dalam diskusi dengan Moskow untuk mengisi kembali stok minyak mentah strategisnya dengan minyak asal Rusia yang lebih murah. Kabar ini menjadi sebuah pertanda bahwa hubungan energi antara keduanya menguat karena pasar barat Rusia layu akibat perang di Ukraina.
Selanjutnya ada beberapa sorotan lain dari perdagangan komoditas antara China dan Rusia pada bulan April:
- Impor batu bara turun 14% secara year to year menjadi 3,82 juta ton karena pembatasan Covid, cuaca yang cenderung ramah dan peningkatan output domestik mengurangi permintaan untuk varietas termal.
- Tetapi batu bara kokas untuk industri baja naik untuk bulan ketiga menjadi 1,71 juta ton, lebih dari dua kali lipat dari level pada tahun lalu, setelah pabrik membeli lebih banyak seiring membaiknya proyeksi belanja pemerintah.
Lihat Juga :