Terancam Default, Rusia Gercep Bayar Utang Lebih Awal Rp1,44 Triliun

Senin, 23 Mei 2022 - 14:45 WIB
Rusia dapat membayar utang sampai sekarang lantaran memperoleh lisensi khusus dari Kementerian Keuangan AS. Namun demikian, lisensi tersebut akan berakhir 25 Mei 2022 mendatang.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen sebelumnya mengisyaratkan tidak memperpanjang lisensi tersebut. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menyatakan pada hari Rabu bahwa Moskow akan membayar kewajiban utang luar negeri dalam Rubel jika lisensi diblokir AS.

Baca Juga: Misteri Harta Karun Putin Rp2.867 Triliun, Konon Tersembunyi di Istana Laut Hitam

Meski begitu, Rusia tidak ingin disebut gagal bayar utang, alasannya tidak memiliki sarana pembayaran. JPMorgan sebelumnya sebagai bank korespondensi untuk pembayaran utang tersebut tidak segera menanggapi permintaan Rusia.

Sejak invasi ke Ukraina, Rusia berhasil melakukan pembayaran 7 obligasi. Rusia memiliki sekitar USD40 miliar obligasi internasional yang beredar dan sekitar separuh dipegang oleh investor asing. Rusia memiliki pembayaran kurang dari USD2 miliar terkait obligasi yang akan jatuh tempo hingga akhir tahun ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!