Awas Krisis Pangan! Pengamat: Engga Masalah Harga Mahal, Asal Barangnya Ada

Jum'at, 03 Juni 2022 - 09:18 WIB
Baca Juga: Krisis Pangan Global di Depan Mata, Miliarder Rusia: Kecuali Perang Ukraina Dihentikan

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Edy Priyono menjelaskan, fundamental perekonomian Indonesia cukup kuat seiring terkendalinya Covid-19. Diakuinya bahwa ketidakpastian ekonomi global berpengaruh terhadap Indonesia, tapi tidak akan terlalu besar.

Keyakinan Edy berdasarkan beberapa faktor, antara lain pertumbuhan ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekonomi Indonesia pada kuartal I/2022 tumbuh 5,01% (YoY), selisih sedikit dari posisi kuartal IV/2021 sebesar 5,02% (YoY).

Indikator lainnya adalah menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 6,22% pada Februari 2021 menjadi 5,83% pada Februari 2022. Edy mengatakan, pemerintah terus berusaha mengerek pertumbuhan ekonomi dengan melakukan akselerasi dan perluasan vaksinasi, serta pembukaan sektor-sektor potensial. Salah satu upaya dalam menjaga daya beli masyarakat adalah pemberian bantuan sosial.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!