Pakar SDM: Fenomena Bubble Burst, Ketidakmampuan Kompetensi SDM di Perusahaan Rintisan
Rabu, 08 Juni 2022 - 07:49 WIB
“Munculnya startup di tanah air memicu gelombang transaksi penjualan yang luar biasa dari konsumen dan diikuti dengan penawaran harga barang di pasar. Euforia ini berefek menimbulkan turunnya harga. Keuntungan yang sebelumnya meningkat pesat menjadi turun drastis, ditambah lagi muncul inflasi efek dari kenaikan permintaan dari konsumen,” jelas Olivia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/6/2022).
Startegi bakar uang yang dilakukan oleh perusahaan rintisan juga dapat menjadi penyebab dari terjadinya fenomena bubble burst. Uang yang dikeluarkan untuk membangun merek perusahaannya tidak sejalan dengan perkembangan bisnis yang ada. Di sisi lain investor sebagai penyuplai dana tidak sabar untuk menunggu keuntungan yang datang, sehingga perusahaan menggunakan sebagian uangnya untuk membayar para investor.
(Baca juga:PHK Startup Marak, Gara-gara Strategi Bakar Duit?)
Fenomena bubble burst juga tidak luput dari ketidakmampuan kompetensi sumber daya yang mumpuni dalam perusahaan rintisan. Hal ini juga dapat memicu semakin turunnya nilai bisnis yang baru.
“Modal yang digelontorkan sedemikian banyak dengan usaha yang belum mendapatkan keuntungan, dan mulai ditinggalkan investor karena belum memberikan keuntungan, akan mempercepat turunnya nilai perusahaan startup dan efeknya muncul gelombang baru yaitu downsizing yaitu pengurangan karyawan dengan cepat, yang diawal para startup ini muncul dan merekrut SDM yang banyak,” jelasnya.
Startegi bakar uang yang dilakukan oleh perusahaan rintisan juga dapat menjadi penyebab dari terjadinya fenomena bubble burst. Uang yang dikeluarkan untuk membangun merek perusahaannya tidak sejalan dengan perkembangan bisnis yang ada. Di sisi lain investor sebagai penyuplai dana tidak sabar untuk menunggu keuntungan yang datang, sehingga perusahaan menggunakan sebagian uangnya untuk membayar para investor.
(Baca juga:PHK Startup Marak, Gara-gara Strategi Bakar Duit?)
Fenomena bubble burst juga tidak luput dari ketidakmampuan kompetensi sumber daya yang mumpuni dalam perusahaan rintisan. Hal ini juga dapat memicu semakin turunnya nilai bisnis yang baru.
“Modal yang digelontorkan sedemikian banyak dengan usaha yang belum mendapatkan keuntungan, dan mulai ditinggalkan investor karena belum memberikan keuntungan, akan mempercepat turunnya nilai perusahaan startup dan efeknya muncul gelombang baru yaitu downsizing yaitu pengurangan karyawan dengan cepat, yang diawal para startup ini muncul dan merekrut SDM yang banyak,” jelasnya.
Lihat Juga :