Harga Minyak Mentah Dunia Terus Melesat, Diramal Sentuh USD130 per Barel
Kamis, 09 Juni 2022 - 11:37 WIB
Sentimen datang dari permintaan yang kuat dari konsumen utama minyak yakni Amerika Serikat (AS). Sementara pelonggaran mobilitas di China juga mendongkrak ekspektasi permintaan.
AS mencatat rekor penurunan cadangan minyak mentah strategis bahkan ketika pasokan untuk komersial mengalami kenaikan pada pekan lalu, demikian data dari Badan Administrasi Informasi Energi (EIA), Rabu (8/6).
Stok bahan bakar AS secara tak terduga turun. Ini menunjukkan ada ketahanan atas permintaan bahan bakar kendaraan selama puncak musim panas.
"Sulit untuk melihat penurunan harga minyak yang signifikan dalam beberapa bulan mendatang. Pasar kemungkinan masih akan semakin ketat menjelang musim berkendara di AS," kata Head of Commodity Research ING, Warren Patterson dilansir Reuters, Kamis (9/6/2022).
Data EIA menunjukkan permintaan untuk semua produk minyak di Amerika Serikat naik menjadi 19,5 juta barel per hari (bph), sementara permintaan bensin naik menjadi 8,98 juta bph.
AS mencatat rekor penurunan cadangan minyak mentah strategis bahkan ketika pasokan untuk komersial mengalami kenaikan pada pekan lalu, demikian data dari Badan Administrasi Informasi Energi (EIA), Rabu (8/6).
Stok bahan bakar AS secara tak terduga turun. Ini menunjukkan ada ketahanan atas permintaan bahan bakar kendaraan selama puncak musim panas.
"Sulit untuk melihat penurunan harga minyak yang signifikan dalam beberapa bulan mendatang. Pasar kemungkinan masih akan semakin ketat menjelang musim berkendara di AS," kata Head of Commodity Research ING, Warren Patterson dilansir Reuters, Kamis (9/6/2022).
Data EIA menunjukkan permintaan untuk semua produk minyak di Amerika Serikat naik menjadi 19,5 juta barel per hari (bph), sementara permintaan bensin naik menjadi 8,98 juta bph.
Lihat Juga :