The Fed Agresif Kerek Suku Bunga, Harga Minyak Babak Belur
Jum'at, 17 Juni 2022 - 11:21 WIB
Baru-baru ini Bank Sentral Amerika Serikat (AS) resmi menaikkan suku bunga 75 basis poin, yang tertinggi sejak 1994. Ini membuat bursa saham AS ditutup melemah tajam pada hari Kamis seiring aksi jual luas investor yang didorong kekhawatiran terhadap resesi.
"Sentimen datang dari reboun permintaan China, dan ekspektasi peningkatan musiman atas permintaan minyak hingga Agustus membuat risiko harganya dapat naik hingga kuartal ketiga 2022," kata Baden Moore, kepala penelitian komoditas di National Australia Bank, dilansir Reuters, Jumat (17/6/2022).
Baca Juga: Ambruk 11% dalam Sepekan, Harga CPO Hari Ini Merosot Lagi
Badan Energi Internasional pada hari Rabu juga memperingatkan bahwa harga minyak yang tinggi dan perkiraan ekonomi yang melemah dapat meredupkan prospek permintaan minyak di masa depan. Saat ini, pasar komoditas minyak akan fokus terhadap kelanjutan pengumuman AS terkait sanksi baru terhadap Iran.
"Sentimen datang dari reboun permintaan China, dan ekspektasi peningkatan musiman atas permintaan minyak hingga Agustus membuat risiko harganya dapat naik hingga kuartal ketiga 2022," kata Baden Moore, kepala penelitian komoditas di National Australia Bank, dilansir Reuters, Jumat (17/6/2022).
Baca Juga: Ambruk 11% dalam Sepekan, Harga CPO Hari Ini Merosot Lagi
Badan Energi Internasional pada hari Rabu juga memperingatkan bahwa harga minyak yang tinggi dan perkiraan ekonomi yang melemah dapat meredupkan prospek permintaan minyak di masa depan. Saat ini, pasar komoditas minyak akan fokus terhadap kelanjutan pengumuman AS terkait sanksi baru terhadap Iran.
(nng)
Lihat Juga :