4 Negara yang Paling Haus dengan Minyak Arab Saudi
Jum'at, 17 Juni 2022 - 21:15 WIB
China merupakan importir minyak Arab Saudi yang terbesar. Pada April 2022, melansir dari Reuters (20/5/2022), impor minyak mentah China dari Arab Saudi naik sebesar 38% dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama. China mendatangkan minyak dari Arab Saudi sebanyak 8,93 juta ton pada bulan April 2022, setara dengan 2,17 juta barel per hari. Pada 2020, berdasarkan data OEC, jumlah ekspor minyak Arab Saudi ke China sebesar 25,8% atau senilai USD24,7 miliar atau Rp358 triliun (kurs Rp14.500).
2. Jepang
OEC mencatat, nilai ekspor minyak mentah Arab Saudi ke Jepang USD15,1 miliar (Rp218 triliun) atau sebesar 15,8%, pada 2020. Angka itu menjadikan Jepang sebagai negara importir minyak Arab Saudi terbesar kedua setelah China. Namun, diperkirakan konsumsi minyak Jepang akan mengalami penurunan akibat maraknya produksi mobil listrik di negara tersebut.
3. Korea Selatan
Salah satu alasan Korea Selatan membutuhkan banyak cadangan minyak adalah karena negara ini memiliki keterbatasan kekayaan sumber daya alam, khususnya minyak bumi. Frekuensi impor minyak Korea Selatan sempat mengalami fluktuasi pada 1996-2016 silam. Pada 2020, Korea Selatan menerima 13,4% dari ekspor minyak mentah Arab Saudi atau senilai USD12,8 miliar (Rp185 triliun).
2. Jepang
OEC mencatat, nilai ekspor minyak mentah Arab Saudi ke Jepang USD15,1 miliar (Rp218 triliun) atau sebesar 15,8%, pada 2020. Angka itu menjadikan Jepang sebagai negara importir minyak Arab Saudi terbesar kedua setelah China. Namun, diperkirakan konsumsi minyak Jepang akan mengalami penurunan akibat maraknya produksi mobil listrik di negara tersebut.
3. Korea Selatan
Salah satu alasan Korea Selatan membutuhkan banyak cadangan minyak adalah karena negara ini memiliki keterbatasan kekayaan sumber daya alam, khususnya minyak bumi. Frekuensi impor minyak Korea Selatan sempat mengalami fluktuasi pada 1996-2016 silam. Pada 2020, Korea Selatan menerima 13,4% dari ekspor minyak mentah Arab Saudi atau senilai USD12,8 miliar (Rp185 triliun).
Lihat Juga :