Rupiah Nyaris Sentuh Rp15.000, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terganggu

Senin, 20 Juni 2022 - 21:27 WIB
2. Industri pengolahan yang mulai bangkit harus menghadapi tekanan dari beban biaya bunga utang luar negeri (ULN) yang meningkat. Padahal, tidak semua sektor swasta yang menerbitkan ULN melakukan hedging atau lindung nilai terhadap risiko kurs.

3. Konsumsi rumah tangga berisiko melemah, terutama kelompok menengah bawah yang berakibat pada terganggunya pemulihan ekonomi. Proyeksi pertumbuhan ekonomi mulai dikoreksi oleh beberapa lembaga. Estimasi pertumbuhan hanya berkisar 3-4% tahun ini.

4. Motor investasi akan terpengaruh oleh kenaikan Fed rate secara eksesif. Investor cenderung menghindari aset berisiko dan pendanaan langsung di negara berkembang memicu pengetatan likuiditas.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!