Rupiah Nyaris Sentuh Rp15.000, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terganggu
Senin, 20 Juni 2022 - 21:27 WIB
Namun, dia menyampaikan perekonomian Indonesia juga sedang beranjak pulih di tengah meredanya pandemi, sehingga akan ada tarik menarik.
"Ada yang mendorong kenaikan pertumbuhan, ada yang menahan. Tapi kenaikan suku bunga itu sifatnya menahan pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
Baca juga: Digempur Suku Bunga The Fed, Rupiah Bisa Sentuh Rp15.000 per USD
Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyampaikan beberapa dampak yang akan ditimbulkan dari melemahnya nilai tukar rupiah. Berikut ini beberapa dampak yang disampaikan oleh Bhima:
1. Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan biaya bahan baku impor naik signifikan. Produsen akan meneruskan biaya produksi ke konsumen akhir. Sejauh ini harga di level produsen telah naik 9% per kuartal I/2022 sebelum rupiah melemah.
"Ada yang mendorong kenaikan pertumbuhan, ada yang menahan. Tapi kenaikan suku bunga itu sifatnya menahan pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
Baca juga: Digempur Suku Bunga The Fed, Rupiah Bisa Sentuh Rp15.000 per USD
Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyampaikan beberapa dampak yang akan ditimbulkan dari melemahnya nilai tukar rupiah. Berikut ini beberapa dampak yang disampaikan oleh Bhima:
1. Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan biaya bahan baku impor naik signifikan. Produsen akan meneruskan biaya produksi ke konsumen akhir. Sejauh ini harga di level produsen telah naik 9% per kuartal I/2022 sebelum rupiah melemah.
Lihat Juga :