Tolak Kerja Paksa Kaum Uighur, AS Resmi Larang Impor dari Xinjiang China

Selasa, 21 Juni 2022 - 20:21 WIB
Dalam sebuah pernyataan akhir pekan lalu, anggota parlemen AS menerangkan, undang-undang itu mengirimkan "pesan yang jelas bahwa kami tidak akan lagi tetap terlibat dalam penggunaan kerja paksa oleh Partai Komunis China dan kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan".

"Kongres siap bekerja dengan Presiden Biden dan pemerintahannya untuk memastikan undang-undang bersejarah ini diterapkan secara penuh dan ketat," kata Senator Republik AS Marco Rubio, Senator Demokrat Jeff Merkley dan dua anggota parlemen lainnya.

Menurut Kongres AS, China telah menahan lebih dari satu juta warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang sejak April 2017.

AS percaya puluhan ribu tahanan telah bekerja "dengan upah minimum yang lebih kecil atau tanpa kompensasi apa pun" di Xinjiang dan provinsi-provinsi lain "dengan kedok pengentasan kemiskinan dan program bantuan industri".

Diterangkan juga bahwa China telah "mengganggu upaya audit dan uji tuntas tradisional untuk memeriksa barang dan rantai pasokan di Xinjiang ... termasuk dengan mengintimidasi calon saksi dan menyembunyikan informasi yang relevan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!