Digoyang Saham Energi dan Pernyataan Bos The Fed, Wall Street Ditutup Melemah

Kamis, 23 Juni 2022 - 08:06 WIB
Para investor tengah menelaah seberapa jauh saham bisa jatuh karena mereka mempertimbangkan risiko terhadap ekonomi dengan kenaikan suku bunga The Fed untuk meredam lonjakan inflasi.

S&P 500 awal bulan ini turun lebih dari 20%, tertinggi sepanjang masa Januari, mengkonfirmasi kondisi pasar keuangan, dengan indeks benchmark pekan lalu mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020.

"Pasar terus bergejolak," kata King Lip, kepala strategi di Baker Avenue Asset Management, San Francisco. "Tentu saja kita belum keluar dari masalah... Kekhawatiran masih ada."

Baca juga: Tentara Rusia Dilaporkan Eksekusi Jurnalis Ukraina dengan Darah Dingin

Sektor energi (SPNY), yang telah mencatatkan kinerja yang kuat tahun ini, turun 4,2% karena harga minyak turun. Penurunan saham Exxon Mobil (XOM.N), Chevron (CVX.N) dan Conocophillips (COP.N) menjadi penghambat terbesar pada S&P 500. Penurunan 0,4% di sektor teknologi kelas berat (SPLRCT) juga turut membebani.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!