Pandemi Makin Terkendali, Perekonomian DKI Jakarta Mulai Menggeliat

Kamis, 30 Juni 2022 - 18:49 WIB
Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Edwin S Inkiriwang menyebutkan, dalam 2 tahun terakhir modal usaha, kerja dan investasi tidak mudah dilalui. Pasalnya, krisis pandemi berdampak besar kepada masyarakat menengah ke bawah. Bahkan secara signifikan perekonomian indonesia pernah turun 0,27%.

"Dampak lainnya banyak usaha kecil yang tutup. Kondisi ini sangat berbeda dengan krisis sebelumnya. Sebab, semua sendi ikut terpengaruh. Ibarat tubuh, kalau kaki sakit, tidak bisa jalan," kata dia.

Lebih lanjut, Edwin mengutarakan, bahwa program pemerintah melalui KUR bisa membangkitkan ekonomi. Untuk itu, Pegadaian hadir untuk salurkan KUR supermikro. "Kami masuk ke UMKM. Data ini kami peroleh dari bawah (RT/RW). Jadi kami masuk dari sana," terangnya.

"KUR dengan program supermikro nilainya Rp5,9 triliun dan akan dilayani oleh 600 cabang pegadaian di seluruh wilayah di Indonesia," katanya lagi.

Sementara itu, Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Achmad Chudhoiri menuturkan, Jakarta belum sepenuhnya lepas dari Covid-19. Sampai saat ini Pemprov DKI masuk PPKM Level 1. Dan sedikitnya ada 8 ribu kasus Covid-19 di DKI. "Ekonomi bisa bergerak tumbuh harus didukung oleh faktor kesehatan," tegasnya.

Achmad Chudhoiri juga menyebutkan, perekonomian DKI Jakarta mengalami konstraksi selama 4 bulan terakhir. "Itu kita alami semenjak kasus Covid-19 mulai terkendali. Kesehatan adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

"Di DKI sendiri kita regulasi untuk semata-mata menyeimbangkan aktivitas masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi. Di triwulan 1 tahun 2022 ada tiga lapangan usaha kontribusi paling besar, perdagangan, industri dan pasar," beber Achmad Chudhoiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!