Rusia Pangkas Pasokan Gas, Perusahaan Uniper Jerman Buka Opsi Bailout
Selasa, 05 Juli 2022 - 03:02 WIB
Perusahaan harus menghapus pinjaman USD1 miliar ke Nord Stream 2, pipa baru yang ditangguhkan untuk gas Rusia, pada bulan Maret.
Mereka mencoba untuk menegosiasikan ulang kontrak dengan pelanggan, kata para pelaku pasar. Meski begitu Uniper mengatakan tidak ada pelanggan yang didekati tentang kontrak dalam konteks penarikan prospek keuangannya.
Bank Kanada RBC, mencatat bahwa Uniper telah diturunkan ke peringkat kelas investasi terendah oleh S&P. "Kecuali ada intervensi untuk mendukung perusahaan, situasinya terlihat genting," jelasnya.
Analis bank mengatakan, fokus akan beralih ke utilitas lain. RWE Jerman mengatakan, dalam sebuah pernyataan kepada Reuters bahwa likuiditasnya cukup dan tidak dalam pembicaraan dengan pemerintah.
Harga gas global telah naik sejak tahun lalu karena pemulihan ekonomi pasca-COVID yang lebih kuat dari perkiraan. Sedangkan ekspor Rusia turun secara perlahan dan begitu juga dengan persediaan.
Saat ini Eropa dengan harap-harap cemas menunggu pemeliharaan terjadwal selama 11-21 Juli di pipa Nord Stream 1, yang membawa gas ke Jerman dari Rusia. Mereka berharap Rusia membuka kembali pipa seperti yang direncanakan.
Gazprom menyatakan, sebagai pemasok energi yang andal bakal memenuhi semua kewajibannya. Sementara itu harga saham Gazprom turun 28% pada hari akhir pekan kemarin setelah pemegang saham memutuskan untuk tidak membayar dividen.
Mereka mencoba untuk menegosiasikan ulang kontrak dengan pelanggan, kata para pelaku pasar. Meski begitu Uniper mengatakan tidak ada pelanggan yang didekati tentang kontrak dalam konteks penarikan prospek keuangannya.
Bank Kanada RBC, mencatat bahwa Uniper telah diturunkan ke peringkat kelas investasi terendah oleh S&P. "Kecuali ada intervensi untuk mendukung perusahaan, situasinya terlihat genting," jelasnya.
Analis bank mengatakan, fokus akan beralih ke utilitas lain. RWE Jerman mengatakan, dalam sebuah pernyataan kepada Reuters bahwa likuiditasnya cukup dan tidak dalam pembicaraan dengan pemerintah.
Harga gas global telah naik sejak tahun lalu karena pemulihan ekonomi pasca-COVID yang lebih kuat dari perkiraan. Sedangkan ekspor Rusia turun secara perlahan dan begitu juga dengan persediaan.
Saat ini Eropa dengan harap-harap cemas menunggu pemeliharaan terjadwal selama 11-21 Juli di pipa Nord Stream 1, yang membawa gas ke Jerman dari Rusia. Mereka berharap Rusia membuka kembali pipa seperti yang direncanakan.
Gazprom menyatakan, sebagai pemasok energi yang andal bakal memenuhi semua kewajibannya. Sementara itu harga saham Gazprom turun 28% pada hari akhir pekan kemarin setelah pemegang saham memutuskan untuk tidak membayar dividen.
(akr)
Lihat Juga :