Rusia Potong Total Pasokan Gas, Menteri Jerman: Putin Ingin Merusak Persatuan Eropa
Rabu, 06 Juli 2022 - 07:17 WIB
Putin sendiri telah secara bertahap mengurangi pasokan gas setelah negara-negara Eropa menjatuhkan sanksi sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina. Dampaknya utilitas Jerman berisiko mengalami kegagalan berjenjang yang mungkin memerlukan pengaktifan klausul hukum yang akan memungkinkan mereka untuk meneruskan kenaikan harga di luar komitmen kontrak.
Jerman telah menahan diri untuk tidak mengaktifkan langkah tersebut untuk saat ini karena dikhawatirkan bisa menyebabkan "ledakan harga langsung" kepada konsumen, seperti diutarakan Habeck. Pemerintah dijelaskan juga sedang mengupayakan beberapa alternatif, meski Ia tidak menguraikan secara rinci.
"Jika satu perusahaan gagal, atau perusahaan lain gagal, itu seperti efek domino yang akan dengan cepat menyebabkan resesi yang dalam," katanya.
Perusahaan energi Eropa menghadapi tekanan setelah Rusia mengekang aliran gas utama awal bulan ini, memaksa utilitas untuk membeli bahan bakar di pasar spot dengan harga tinggi. Harga listrik yang tinggi semakin mendorong pabrik dan bisnis Jerman untuk menekan permintaan dan pemerintah telah mengaktifkan tahap kedua dari rencana darurat gas tiga tahap.
Rusia telah mengurangi pengiriman gas melalui Nord Stream sebesar 60% dan pipa tersebut dijadwalkan bakal ditutup secara penuh bulan ini untuk pemeliharaan. Jerman meragukan bahwa Nord Stream akan melanjutkan pasokan setelah perbaikan rutin selesai.
Tujuan Rusia adalah untuk menjaga harga energi tetap tinggi dan "menghancurkan persatuan dan solidaritas negara," kata Habeck.
Jerman telah menahan diri untuk tidak mengaktifkan langkah tersebut untuk saat ini karena dikhawatirkan bisa menyebabkan "ledakan harga langsung" kepada konsumen, seperti diutarakan Habeck. Pemerintah dijelaskan juga sedang mengupayakan beberapa alternatif, meski Ia tidak menguraikan secara rinci.
"Jika satu perusahaan gagal, atau perusahaan lain gagal, itu seperti efek domino yang akan dengan cepat menyebabkan resesi yang dalam," katanya.
Perusahaan energi Eropa menghadapi tekanan setelah Rusia mengekang aliran gas utama awal bulan ini, memaksa utilitas untuk membeli bahan bakar di pasar spot dengan harga tinggi. Harga listrik yang tinggi semakin mendorong pabrik dan bisnis Jerman untuk menekan permintaan dan pemerintah telah mengaktifkan tahap kedua dari rencana darurat gas tiga tahap.
Rusia telah mengurangi pengiriman gas melalui Nord Stream sebesar 60% dan pipa tersebut dijadwalkan bakal ditutup secara penuh bulan ini untuk pemeliharaan. Jerman meragukan bahwa Nord Stream akan melanjutkan pasokan setelah perbaikan rutin selesai.
Tujuan Rusia adalah untuk menjaga harga energi tetap tinggi dan "menghancurkan persatuan dan solidaritas negara," kata Habeck.
Lihat Juga :