Hemat Subsidi, Pengamat Usulkan Pertamax Gantikan Pertalite

Sabtu, 09 Juli 2022 - 20:27 WIB
Pertamax diusulkan menggantikan Pertalite sebagai BBM penugasan sehingga beban subsidi dapat dikurangi. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Harga keekonomian bahan bakar minyak ( BBM ) bersubsidi Pertalite di angka Rp17.200 per liter dinilai terpaut terlalu jauh dengan harga jualnya yang hanya Rp7.650 per liter. Subdidi negara sebesar Rp9.550 per liter untuk Pertalite ini dinilai terlalu besar, sehingga akan sangat membebani Keuangan Pemerintah.

"Karena itu, Pemerintah sebaiknya menghapus BBM Pertalite RON 90 dan menggantinya dengan Pertamax RON 92 sebagai BBM bersubsidi," ujar Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria dalam siaran pers, Sabtu (9/7/2022).



Baca Juga: Subsidi BBM Jebol, Belanja Negara Bisa Bengkak Rp3.169 Triliun

Dia mengatakan, dengan mensubsidi Pertamax, beban subsidi yang ditanggung Pemerintah tidak akan sebesar subsidi terhadap Pertalite. Dengan harga jual eceran Pertamax 92 saat ini sebesar Rp12.500 per liter, selisih dengan harga keekonomian hanya sebesar Rp5.400 per liter.

Sofyano beralasan, dengan beban subsidi yang lebih ringan, kalaupun masih terjadi kebocoran sehingga kuota BBM bersubsidi jebol, pemerintah masih lebih mungkin mengatasinya.

Pemakaian Pertamax adalah sebesar 23 juta kiloliter (KL) per tahun, atau sama dengan kuota Pertalite untuk tahun 2022. Dengan demikian, secara nominal subsidi Pertamax adalah sekitar Rp124 triliun, sedangkan subsidi Pertalite untuk kuota 23 juta KL adalah Rp219,65 triliun. "Jika nanti terjadi kebocoran, atau kuota jebol yang diperkirakan besarnya bisa mencapai 3,7 juta KL, tidak akan terlalu berat," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!