Rupiah Terpuruk Tembus Rp15.000, Mata Uang Asia Kompak Uji Nyali Imbas Inflasi AS

Kamis, 14 Juli 2022 - 10:27 WIB
Data inflasi Amerika Serikat mendorong kenaikan dolar mencapai level tertingginya selama 20 tahun terakhir. Indeks harga konsumen / CPI) AS periode Juni 2022 meningkat sebesar 9,1%, terbesar dalam lebih dari empat dekade, yang membuat orang Amerika akan membayar lebih untuk kebutuhan bensin, makanan, perawatan kesehatan, dan lain sebagainya.

"Angka inflasi AS sangat tinggi. Ini lebih tinggi dari yang diharapkan dan menunjukkan bahwa inflasi berjalan cepat tak terkendali," kata Kepala Investasi Independent Advisor Alliance, Chris Zaccarelli, dilansir Reuters, Kamis (14/7/2022).

Baca Juga: Hasil Singapore Open 2022: Gregoria Mariska Libas Tunggal Putri Amerika Serikat

Bank sentral AS alias Federal Reserve juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih tinggi dari bank sentral lainnya, termasuk Bank Sentral Eropa. Pasar meningkatkan ekspektasi mereka bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin pada pertemuan 26-27 Juli 2022. Sementara kenaikan setidaknya 75 basis poin terlihat hampir pasti.

Ekspektasi tersebut datang dari pernytaan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic pada Rabu waktu AS (13/7) yang mengatakan bahwa kenaikan inflasi Juni mengharuskan pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan peningkatan 100 basis poin.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!