Ketika Moeldoko Bicara Soal Subsidi dan Uang Negara yang Jebol
Selasa, 19 Juli 2022 - 08:03 WIB
“Hasilnya selama tiga tahun berturut-turut kita sudah tidak lagi impor beras. Bahkan beras kita surplus. Pemerintah juga melakukan diversifikasi pangan, seperti menanam sorgum, sagu, dan jagung. Ini semua untuk menjawab tantangan ancaman krisis pangan dunia,” kata Moeldoko.
Moeldoko juga menyinggung soal hasil survei Bloomberg yang menyebutkan peluang risiko resesi Indonesia sangat kecil, yakni 3 persen. “Hasil survei Ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik kita kuat dan memiliki daya tahan di tengah risiko global yang masih eskalatif,” kata Moeldoko.
Selain itu Moeldoko juga menegaskan bahwa mengelola negara di lingkungan global tidak mudah karena tantangannya sangat besar. Terlebih, di saat global menghadapi berbagai kejutan-kejutan, seperti pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia yang berdampak pada terputusnya pasok rantai dan kenaikan harga-harga komoditas.
Baca juga: Ukraina Sebut Syarat Negosiasi Damai, Salah Satunya Rusia Kalah Perang
Dalam menghadapi itu, Moeldoko menyampaikan lima teorinya, yakni mampu adaptif terhadap perubahan, membangun kecepatan di segala lini, berani mengambil risiko atas kebijakan yang diambil secara konstitusional, siap menghadapi kompleksitas akibat globalisasi, dan siap merespons kejutan-kejutan yang akan terjadi akibat kemajuan teknologi.
Moeldoko juga menyinggung soal hasil survei Bloomberg yang menyebutkan peluang risiko resesi Indonesia sangat kecil, yakni 3 persen. “Hasil survei Ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik kita kuat dan memiliki daya tahan di tengah risiko global yang masih eskalatif,” kata Moeldoko.
Selain itu Moeldoko juga menegaskan bahwa mengelola negara di lingkungan global tidak mudah karena tantangannya sangat besar. Terlebih, di saat global menghadapi berbagai kejutan-kejutan, seperti pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia yang berdampak pada terputusnya pasok rantai dan kenaikan harga-harga komoditas.
Baca juga: Ukraina Sebut Syarat Negosiasi Damai, Salah Satunya Rusia Kalah Perang
Dalam menghadapi itu, Moeldoko menyampaikan lima teorinya, yakni mampu adaptif terhadap perubahan, membangun kecepatan di segala lini, berani mengambil risiko atas kebijakan yang diambil secara konstitusional, siap menghadapi kompleksitas akibat globalisasi, dan siap merespons kejutan-kejutan yang akan terjadi akibat kemajuan teknologi.
(uka)
Lihat Juga :