Pengusaha Ready Mix di Makassar Kompak Cari Solusi Atasi Persoalan Harga
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 14:35 WIB
Ia juga mengatakan bahwa sebagai bentuk komitmen dari apa yang dibicarakan pada saat ini, pihaknya akan melakukan pertemuan rutin untuk memantau perkembangan dan tidak lanjut dari pembicaraan sebelumnya.
"Kita inisiasi pertempuan ini dua kali sebulan kalau biasa, kita membicarakan permasalahan bersama dan mencari solusi bersama. Pertemuan berikutnya awal September," paparnya.
Chief Executive Officer Kalla Beton Syam'un Saebe menuturkan perkembangan perusahaan Ready Mix sangat pesat dari awalnya hanya tujuh perusahaan sekarang mencapai 20 perusahaan.
"Maka dari itu kita harus berkembang bersama agar tidak terjadi pesaingan tidak sehat," tuturnya.
Ia mengatakan usaha Ready Mix adalah usaha jasa yang menawarkan produk kepada konsumen. Tetapi jangan sampai menjadi bagian pada kasta terendah.
"Kita perlihatkan bahwa kita bisa bekerja sama saling membantu karena kita sama-sama cari keuntungan. Sebab kenaikan saat ini hanya Rp20 ribu sedangkan harga kebutuhan seperti BBM, Semen, yang naik begitu pesat," paparnya.
Pihaknya ingin menganalisa bagaimana harga sekarang apakah menguntungkan atau apa. Namun pihaknya juga tidak ingin mengambil keuntungan ke kostumer degan tidak wajar.
"Kita inisiasi pertempuan ini dua kali sebulan kalau biasa, kita membicarakan permasalahan bersama dan mencari solusi bersama. Pertemuan berikutnya awal September," paparnya.
Chief Executive Officer Kalla Beton Syam'un Saebe menuturkan perkembangan perusahaan Ready Mix sangat pesat dari awalnya hanya tujuh perusahaan sekarang mencapai 20 perusahaan.
"Maka dari itu kita harus berkembang bersama agar tidak terjadi pesaingan tidak sehat," tuturnya.
Ia mengatakan usaha Ready Mix adalah usaha jasa yang menawarkan produk kepada konsumen. Tetapi jangan sampai menjadi bagian pada kasta terendah.
"Kita perlihatkan bahwa kita bisa bekerja sama saling membantu karena kita sama-sama cari keuntungan. Sebab kenaikan saat ini hanya Rp20 ribu sedangkan harga kebutuhan seperti BBM, Semen, yang naik begitu pesat," paparnya.
Pihaknya ingin menganalisa bagaimana harga sekarang apakah menguntungkan atau apa. Namun pihaknya juga tidak ingin mengambil keuntungan ke kostumer degan tidak wajar.
Lihat Juga :