Kenaikan Tarif Ojek Online Dinilai Akan Rugikan Driver dan Konsumen, Kok Bisa?

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 15:38 WIB
Kenaikan tarif ojek online (ojol) yang diperkirakan mencapai 30% dinilai juga berdampak terhadap driver, meski terkesan menguntungkan. Foto/Dok
JAKARTA - Kenaikan tarif ojek online (ojol) yang diperkirakan mencapai 30% dinilai juga berdampak terhadap driver , meski terkesan menguntungkan. Jika naik terlalu tinggi, masyarakat dikhawatirkan enggan menggunakan jasa Ojol.

Baca Juga: Tarif Ojol Naik, Bos Blue Bird Melihat Peluang



Analis kebijakan transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan menilai, keputusan Kemenhub (Kementerian Perhubungan) menaikkan tarif ojol sebetulnya tidak menguntungkan driver dan konsumen. Karena kenaikan tarif begitu besar.

"Dilihat dari kenaikan, per kilometer itu naiknya Rp1.000 ya. Kalau begini bisa terjadi penurunan permintaan dari masyarakat, tidak menguntungkan ojek online," katanya pada Sabtu (27/8/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!