Bantu Disabiltas Tunanetra, Yayasan Hadji Kalla Rutin Belajar Baca Quran Braille
Minggu, 28 Agustus 2022 - 21:14 WIB
Selain itu, juga akan ada pembekalan keagamaan lain, seperti ilmu akhlak dan dakwah. Tak hanya di Kabupaten Gowa, YHK juga menjalankan program ini di Kota Makassar. Kedua lokasi ini dipilih berdasarkan hasil analisa data dan survei yang telah dilaksanakan oleh tim Islamic Care sebelumnya yang menunjukkan bahwa ada ratusan teman netra muslim yang membutuhkan pembimbingan baca Quran.
“Dari awal memulai program ini, kita melihat bahwa ada banyak teman netra yang membutuhkan pembimbingan dan tempat belajar mengaji atau membaca Quran dengan huruf braille. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk memulai program ini di wilayah terdekat dulu dengan melihat urgensi yang ada, yakni di Makassar dan Gowa,” jelas Salman Febriyansyah, Program Manager Islamic Care YHK.
Ia melanjutkan, program ini dilaksanakan karena belum adanya pembinaan rutin khusus keagamaan kepada kaum disabilitas khususnya tunanetra. Sementara jumlah tunanetra muslim yang terdata di Gowa dan Makassar mencapai 400 orang dan tidak ada pembinaan agama secara rutin.
Target awal dari program ini adalah untuk menyasar para Teman Netra muslim di Sulsel yang belum mampu membaca Alquran braille dengan baik dan benar. Jumlah peserta ada 10 orang per titik dengan jumlah total penerima manfaat 20 peserta pelatihan dan dua orang pembina baca Quran braille.
Salah satu pembina yang dihadirkan adalah Rustam Isnaeni. Ia adalah seorang mentor baca Alquran braille sekaligus qori yang berpengalaman selama bertahun-tahun mengajar membaca braille di banyak tempat.
“Dari awal memulai program ini, kita melihat bahwa ada banyak teman netra yang membutuhkan pembimbingan dan tempat belajar mengaji atau membaca Quran dengan huruf braille. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk memulai program ini di wilayah terdekat dulu dengan melihat urgensi yang ada, yakni di Makassar dan Gowa,” jelas Salman Febriyansyah, Program Manager Islamic Care YHK.
Ia melanjutkan, program ini dilaksanakan karena belum adanya pembinaan rutin khusus keagamaan kepada kaum disabilitas khususnya tunanetra. Sementara jumlah tunanetra muslim yang terdata di Gowa dan Makassar mencapai 400 orang dan tidak ada pembinaan agama secara rutin.
Target awal dari program ini adalah untuk menyasar para Teman Netra muslim di Sulsel yang belum mampu membaca Alquran braille dengan baik dan benar. Jumlah peserta ada 10 orang per titik dengan jumlah total penerima manfaat 20 peserta pelatihan dan dua orang pembina baca Quran braille.
Salah satu pembina yang dihadirkan adalah Rustam Isnaeni. Ia adalah seorang mentor baca Alquran braille sekaligus qori yang berpengalaman selama bertahun-tahun mengajar membaca braille di banyak tempat.
Lihat Juga :