Kenaikan Tak Terkendali, Seruan Pembatasan Harga Gas Menggema di Eropa
Selasa, 30 Agustus 2022 - 16:21 WIB
Harga gas melonjak ke rekor tertinggi setelah serangan Rusia ke Ukraina, memicu rentetan sanksi hukuman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Kremlin. Hal ini juga menyebabkan kenaikan harga listrik mengingat gas merupakan bahan bakar bagi pembangkit listrik.
Van der Straeten mengatakan pasar energi membutuhkan reformasi segera. "Pasar energi Eropa sedang gagal dan sangat membutuhkan reformasi," katanya. "Ini tidak lagi dapat dipertahankan untuk banyak keluarga dan perusahaan. Listrik diproduksi murah tahun lalu tetapi dijual dengan harga rekor. Dengan reformasi, kami akan mengatasi keuntungan yang berlebihan," cetusnya.
Dia menambahkan bahwa waktu untuk berbicara kini sudah berakhir dan sekarang saatnya untuk mengambil keputusan.
Eropa saat ini berebut untuk mengisi fasilitas penyimpanan bawah tanah dengan pasokan gas agar memiliki bahan bakar yang cukup untuk menjaga rumah tetap hangat selama beberapa bulan mendatang. Rusia - yang memasok sekitar 40% gas UE tahun lalu - telah secara drastis mengurangi aliran ke Eropa dalam beberapa pekan terakhir, dengan alasan peralatan yang rusak dan tertunda.
Baca Juga: Eropa Tak Punya Alternatif untuk Gantikan Energi Rusia
Van der Straeten mengatakan pasar energi membutuhkan reformasi segera. "Pasar energi Eropa sedang gagal dan sangat membutuhkan reformasi," katanya. "Ini tidak lagi dapat dipertahankan untuk banyak keluarga dan perusahaan. Listrik diproduksi murah tahun lalu tetapi dijual dengan harga rekor. Dengan reformasi, kami akan mengatasi keuntungan yang berlebihan," cetusnya.
Dia menambahkan bahwa waktu untuk berbicara kini sudah berakhir dan sekarang saatnya untuk mengambil keputusan.
Eropa saat ini berebut untuk mengisi fasilitas penyimpanan bawah tanah dengan pasokan gas agar memiliki bahan bakar yang cukup untuk menjaga rumah tetap hangat selama beberapa bulan mendatang. Rusia - yang memasok sekitar 40% gas UE tahun lalu - telah secara drastis mengurangi aliran ke Eropa dalam beberapa pekan terakhir, dengan alasan peralatan yang rusak dan tertunda.
Baca Juga: Eropa Tak Punya Alternatif untuk Gantikan Energi Rusia
Lihat Juga :