RI Bukan Lagi Negara Kaya Minyak, Subsidi BBM Harus Tepat Sasaran

Kamis, 01 September 2022 - 22:36 WIB
Baca Juga: Menteri ESDM: Setiap Hari Rp1,2 Triliun Jadi Asap

Perkebunan sawit, yang 332 di antaranya dimiliki perusahaan asing, menikmati subsidi dengan cara membeli solar untuk angkutan hasil panen. Padahal negara hanya menerima Rp20 triliun per tahun dari pajak sawit.

Adian juga menyoroti dampak kemacetan yang menghabiskan Rp 71 triliun di Jakarta dan sekitarnya saja. “Kalau menghitung kota besar lain, nilainya bisa mencapai Rp 300 triliun,” kata dia.

Ganti Subsidi

Faisal menyebut, pola itu mengungkap ketidakadilan serius dan jelas sangat merugikan masyarakat miskin. Fakta itu mematahkan pendapat bahwa subsidi BBM harus diberikan sebagai bentuk keberpihakan pada masyarakat miskin.

Jika pemerintah serius membantu masyarakat miskin, lebih baik mengalihkan subsidi ke pola lain. Pola itu harus tetap sasaran dan benar-benar diterima masyarakat miskin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!