Tak Akan Lagi Jadi Ibu Kota, Jakarta Tetap Menarik di Mata Pengusaha Properti
Kamis, 08 September 2022 - 20:47 WIB
Merujuk pernyataan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria bahwa DKI akan tetap menjadi lokasi tujuan investasi dan bisnis di Indonesia pasca-pemindahan IKN. Pernyataan tersebut sejalan dengan riset Indonesia Property Watch (IPW), pasar properti di Jakarta akan tetap besar walaupun IKN pindah. Bahkan, pasar properti di Jakarta akan menyebar ke kota-kota penyangga di sekitarnya seperti di Depok, Tangerang, dan Bogor.
Riza mengklaim bahwa wajah baru Jakarta semakin cantik dan tertata saat ini. Dia optimistis bahwa Jakarta mampu mengejar ketertinggalannya agar bisa sejajar dengan kota-kota global di dunia yang berhasil dan sukses. Untuk mewujudkan hal itu, butuh dukungan semua pihak, salah satunya dukungan dari DPD REI DKI Jakarta.
Dalam upaya Pemprov DKI Jakarta memenuhi kebutuhan rumah layak huni, imbuh Riza, membutuhkan dukungan penuh REI DKI Jakarta. Tidak hanya soal rumah layak huni, Pemprov DKI juga ingin memenuhi kebutuhan sosial inklusif. Hal ini agar warga Jakarta dapat saling berinteraksi dan dapat memenuhi tuntutan produktivitas.
Baca juga: Bank Salah Transfer Rp744,1 Triliun, Pria Ini Mendadak Jadi Orang Terkaya ke-25 di Dunia
“Pemprov DKI Jakarta sudah meluncurkan Program Jakhabitat sebagai program pemukiman yang terintegrasi di Jakarta. Termasuk di dalamnya adalah program penataan kampung dan pengembangan hunian vertikal. Hanya dengan cara inilah Jakarta bisa menjadi kota yang lebih manusiawi,” tutur dia.
Riza mengklaim bahwa wajah baru Jakarta semakin cantik dan tertata saat ini. Dia optimistis bahwa Jakarta mampu mengejar ketertinggalannya agar bisa sejajar dengan kota-kota global di dunia yang berhasil dan sukses. Untuk mewujudkan hal itu, butuh dukungan semua pihak, salah satunya dukungan dari DPD REI DKI Jakarta.
Dalam upaya Pemprov DKI Jakarta memenuhi kebutuhan rumah layak huni, imbuh Riza, membutuhkan dukungan penuh REI DKI Jakarta. Tidak hanya soal rumah layak huni, Pemprov DKI juga ingin memenuhi kebutuhan sosial inklusif. Hal ini agar warga Jakarta dapat saling berinteraksi dan dapat memenuhi tuntutan produktivitas.
Baca juga: Bank Salah Transfer Rp744,1 Triliun, Pria Ini Mendadak Jadi Orang Terkaya ke-25 di Dunia
“Pemprov DKI Jakarta sudah meluncurkan Program Jakhabitat sebagai program pemukiman yang terintegrasi di Jakarta. Termasuk di dalamnya adalah program penataan kampung dan pengembangan hunian vertikal. Hanya dengan cara inilah Jakarta bisa menjadi kota yang lebih manusiawi,” tutur dia.
(uka)
Lihat Juga :