Batasi Harga Minyak Mentah Rusia, G7 Bakal Merekrut Lebih Banyak Negara
Selasa, 13 September 2022 - 01:29 WIB
Importir utama minyak Rusia, China, India, dan Turki belum mengutarakan apakah mereka bergabung dalam pembatasan harga yang terkoordinasi atau menegosiasikan kesepakatan mereka sendiri dengan Rusia. Partisipasi mereka dapat menentukan seberapa besar pengaruh yang dimiliki negara-negara Barat untuk menetapkan harga.
"Terlalu dini untuk mulai membahas harga sebelum koalisi bersatu," kata seorang pejabat senior Departemen Keuangan kepada CNBC.
Mengintip 5 Perusahaan Kapal Tanker Minyak Mentah Terbesar
Para pemimpin asing dan pejabat keuangan bakal melakukan beberapa pertemuan selama dua bulan ke depan di antaranya pada Majelis Umum PBB di New York, lalu pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, dan KTT multilateral di luar negeri untuk membahas mekanisme tersebut.
Negosiator berharap bahwa Kelompok yang terdiri dari 20 negara atau 19 negara dimana Rusia dikecualikan akan membuat keputusan pada saat mereka berkumpul di Bali, Indonesia, pada pertengahan November.
"Ini akan menjadi harapan bahwa negara-negara G-20 akan sepakat pada saat itu, untuk mengkomunikasikan kemungkinan partisipasi mereka," kata pejabat Eropa itu.
"Terlalu dini untuk mulai membahas harga sebelum koalisi bersatu," kata seorang pejabat senior Departemen Keuangan kepada CNBC.
Mengintip 5 Perusahaan Kapal Tanker Minyak Mentah Terbesar
Para pemimpin asing dan pejabat keuangan bakal melakukan beberapa pertemuan selama dua bulan ke depan di antaranya pada Majelis Umum PBB di New York, lalu pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, dan KTT multilateral di luar negeri untuk membahas mekanisme tersebut.
Negosiator berharap bahwa Kelompok yang terdiri dari 20 negara atau 19 negara dimana Rusia dikecualikan akan membuat keputusan pada saat mereka berkumpul di Bali, Indonesia, pada pertengahan November.
"Ini akan menjadi harapan bahwa negara-negara G-20 akan sepakat pada saat itu, untuk mengkomunikasikan kemungkinan partisipasi mereka," kata pejabat Eropa itu.
Lihat Juga :