Tekan Impor, Indonesia Bangun Pabrik Pati Jagung Rp1,3 Triliun

Selasa, 13 September 2022 - 07:04 WIB
Putu mengemukakan, industri pati jagung dan pemanis merupakan bagian dari industri antara, yang memiliki keterkaitan yang luas mulai dari sektor pertanian hingga sektor industri hilir makanan dan minuman sebagai pengguna pati jagung dan pemanis.

“Produk pati jagung memiliki nilai tambah yang tinggi sebagai bahan baku pada industri bihun, pemanis seperti glukosa, fruktosa, sorbitol dan maltodekstrin. Selain itu pati jagung dapat digunakan sebagai bahan penolong pada industri biskuit, industri olahan daging maupun tekstil,” paparnya.

Menurutnya, industri pati jagung dan pemanis saat ini masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku jagung. Bahan baku jagung yang diterima oleh industri pengolah harus memiliki kadar aflatoksin di bawah 20 part per billion (ppb) dan kadar pati di atas 70%.

Baca juga: Buruh Bopong Keranda Mayat Tolak Kenaikan BBM di Istana Negara

“Untuk memberikan kepastian pasokan jagung bagi industri dan mendukung tercapainya program subtitusi impor, Kemenperin telah mengusulkan Neraca Komoditas Jagung pada tahun 2023. Dengan Neraca Komoditas, diharapkan adanya data ketersediaan dan kebutuhan bahan baku jagung secara transparan dan akuntabel,” terangnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!