New Normal Jadi Angin Segar Bagi Industri Manufaktur, Produksi Masih Tertahan

Kamis, 02 Juli 2020 - 16:12 WIB
"Data Google Mobility per 27 Juni 2020 menunjukkan pergerakan masyarakat ke tempat perbelanjaan secara nasional minus -23%. Untuk DKI Jakarta -32% setelah pelonggaran PSBB. Jadi masyarakat belum percaya diri untuk kembali berbelanja sehingga berdampak pada permintaan industri," ujarnya.

(Baca Juga: Aturan New Normal Dorong Kenaikan PMI Manufaktur Indonesia )

Sementara untuk ekspor, masih terjadi penurunan kinerja di negara tujuan utama. Pada akhirnya industri akan menahan laju pembelian bahan baku. Menurut dia, untuk PMI kembali ke level 50 diperkirakan masih butuh waktu setidaknya 6-12 bulan ke depan.

Kebijakan pemerintah dinilai masih belum cukup mendukung pelaku usaha karena rendahnya realisasi stimulus dunia usaha yang baru 6,8%. "Sementara stimulus untuk UMKM belum ada 1% nya. Lambatnya stimulus membuat daya dorong ke pelaku usaha terhambat," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!