Tak Hanya Pangan dan Energi, HT: Kita Krisis Informasi yang Benar
Rabu, 14 September 2022 - 23:44 WIB
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Foto/MPI/Aziz Indra
JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) menyebut Indonesia bukan hanya dihadapkan pada krisis pangan, energi ataupun krisis iklim, justru yang paling dekat adalah krisis informasi yang benar.
Hal itu disampaikan Hary usai melantik Ketua PBNU Periode 2010 - 2021 Said Aqil Siradj sebagai Komisaris PT MNC Portal Indonesia (MPI) dan PT MNC Televisi Network (iNews) di Conference Hall, Inews Tower, Jakarta, hari ini.
"Kita krisis informasi yang benar, memang betul, Indonesia kalau mau besar, harus ada kejujuran, harus ada sesuatu yang konstruktif yang membangun di pemberitaan," kata Hary, Rabu (14/9/2022).
Baca juga: Cerita Said Aqil Makan Siang Bareng HT Lalu Ditawari jadi Komut MPI dan iNews
Menurut Hary, hal tersebut yang menjadi salah satu dasar untuk menunjuk Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil untuk menjadi Komisaris Utama di PT MPI dan iNews.
"Saya yakin keberadaan beliau akan memberikan nilai tambah yang luar biasa, karena wawasan kebangsaan beliau, ketokohan beliau, sebagai tokoh ulama yang luar biasa," tutur Hary.
Hal itu disampaikan Hary usai melantik Ketua PBNU Periode 2010 - 2021 Said Aqil Siradj sebagai Komisaris PT MNC Portal Indonesia (MPI) dan PT MNC Televisi Network (iNews) di Conference Hall, Inews Tower, Jakarta, hari ini.
"Kita krisis informasi yang benar, memang betul, Indonesia kalau mau besar, harus ada kejujuran, harus ada sesuatu yang konstruktif yang membangun di pemberitaan," kata Hary, Rabu (14/9/2022).
Baca juga: Cerita Said Aqil Makan Siang Bareng HT Lalu Ditawari jadi Komut MPI dan iNews
Menurut Hary, hal tersebut yang menjadi salah satu dasar untuk menunjuk Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil untuk menjadi Komisaris Utama di PT MPI dan iNews.
"Saya yakin keberadaan beliau akan memberikan nilai tambah yang luar biasa, karena wawasan kebangsaan beliau, ketokohan beliau, sebagai tokoh ulama yang luar biasa," tutur Hary.
Lihat Juga :