Kabar Hoaks Bank Bermasalah, Nasabah Perbankan Diminta Jangan Panik
Jum'at, 03 Juli 2020 - 08:45 WIB
Meski sudah tertangkap, namun Direktur Finance, Planning, & Treasury BTN Nixon LP Napitupulu meminta aparat kepolisian menyelidiki aktor intelektual penyebar hoaks rush dana perbankan tersebut. Pasalnya hoaks yang mereka sebarkan bisa mengganggu perekonomian negara.
"Para penyebar hoaks ini sudah seperti teroris karena mengganggu stabilitas ekonomi negara. Kalau sampai nasabah melakukan penarikan dana besar-besaran di perbankan, maka akan membuat bank sehat jadi sakit. Jadi aktor intelektualnya harus ditangkap," jelas Nixon. (Baca juga: Likuiditas BTN Dipastikan Aman, Nasabah Perbankan Diminta Jangan Panik)
Bukan apa-apa, jika bank sehat menjadi sakit maka pemerintah yang saat ini sudah repot dalam menangani pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, harus turun tangan lagi dalam masalah perbankan.
Terkait isu, BTN kalah kliring, Nixon membantah hoax tersebut. Menurut dia, BTN tidak pernah kalah kliring karena penempatan dana perseroan di Bank Indonesia (BI) sangat melimpah lebih dua kali lipat dari ketentuan. "Alat likuiditas BTN sangat besar jadi tidak ada isu kalau kita kalah kliring," tegasnya.
Nixon mengungkapkan, alat Likuiditas BTN yang terdiri dari kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) dan Giro Wajib Minimum (GWM) sangat besar. Untuk di SBN ada penempatan sekitar Rp25 triliun, sedangkan untuk alat likuiditas dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13% atau lebih tinggi dari ketentuan yang sekitar 10%. "Bahkan ada dana masuk dalam bentuk USD dan rupiah mencapai Rp15 triliun baru-baru ini," paparnya.
Sudah seharusnya dalam kondisi seperti ini, masyarakat harus tetap tenang. Pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah menyarankan masyarakat mencerna setiap kabar yang beredar. Hal ini sangat penting karena banyak pihak yang memanfaatkan situasi dengan memprovokosi masyarakat yang panik.
"Para penyebar hoaks ini sudah seperti teroris karena mengganggu stabilitas ekonomi negara. Kalau sampai nasabah melakukan penarikan dana besar-besaran di perbankan, maka akan membuat bank sehat jadi sakit. Jadi aktor intelektualnya harus ditangkap," jelas Nixon. (Baca juga: Likuiditas BTN Dipastikan Aman, Nasabah Perbankan Diminta Jangan Panik)
Bukan apa-apa, jika bank sehat menjadi sakit maka pemerintah yang saat ini sudah repot dalam menangani pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, harus turun tangan lagi dalam masalah perbankan.
Terkait isu, BTN kalah kliring, Nixon membantah hoax tersebut. Menurut dia, BTN tidak pernah kalah kliring karena penempatan dana perseroan di Bank Indonesia (BI) sangat melimpah lebih dua kali lipat dari ketentuan. "Alat likuiditas BTN sangat besar jadi tidak ada isu kalau kita kalah kliring," tegasnya.
Nixon mengungkapkan, alat Likuiditas BTN yang terdiri dari kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) dan Giro Wajib Minimum (GWM) sangat besar. Untuk di SBN ada penempatan sekitar Rp25 triliun, sedangkan untuk alat likuiditas dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13% atau lebih tinggi dari ketentuan yang sekitar 10%. "Bahkan ada dana masuk dalam bentuk USD dan rupiah mencapai Rp15 triliun baru-baru ini," paparnya.
Sudah seharusnya dalam kondisi seperti ini, masyarakat harus tetap tenang. Pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah menyarankan masyarakat mencerna setiap kabar yang beredar. Hal ini sangat penting karena banyak pihak yang memanfaatkan situasi dengan memprovokosi masyarakat yang panik.
Lihat Juga :