Berat, Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus 5,1%

Jum'at, 03 Juli 2020 - 11:22 WIB
(Baca Juga: Jokowi Cemaskan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus)

Terkait nilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) Adrian juga menyampaikan revisi dari rerata-tahunan Rp15.625 menjadi Rp14.550. Hal ini karena perubahan pandangannya terhadap USD Index.

“Kami melihat potensi pelemahan USD Index terjadi akibat masifnya intervensi bank sentral Amerika Serikat yang berpotensi mendorong pelemahan USD. Di balik asumsi ini adalah view kami bahwa kurs mata uang yuan (CNY) akan dijaga stabil oleh People's Bank of China (PBoC) di kisaran 7,04-7,07 per USD,” jelas Adrian.

Menurut Adrian, pertimbangan penting lainnya yang mendasari revisi pertumbuhan PDB Indonesia adalah volume perdagangan global. Dalam prediksi di rilis April 2020, Adrian mendasarkan dinamika ekspor-impor pada view bahwa volume perdagangan dunia akan kembali ke level tahun 2016. Namun, perkembangan data terakhir mengindikasikan bahwa volume perdagangan global di tahun 2020 akan mendekati level di tahun 2017.

“Di pasar aset, tampaknya kinerja aset obligasi negara akan tetap outperform aset saham. Hal ini lebih dipengaruhi oleh terjadinya perubahan perilaku investor terkait kecenderungan belanja, menabung, dan risk appetite,” tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!