Mau Tarik Investasi Relokasi China? Copy Paste Saja Kebijakan Vietnam
Jum'at, 03 Juli 2020 - 17:51 WIB
Foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Instruksi Presiden Joko Widodo agar kementerian dan lembaga meningkatkan pelayanan untuk menjaring investasi dari sejumlah perusahaan yang akan merelokasi pabriknya dari China disambut positif oleh pelaku usaha. Jokowi berharap, masuknya investasi tersebut dapat mendorong perekonomian di saat pandemi COVID-19.
Ada dua hal yang ditekankan Jokowi untuk menarik investasi dari perusahaan yang ingin melakukan relokasi, yakni mengenai ketersediaan lahan dan kemudahan perizinan.
Peneliti ekonomi INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Enny Sri Hartati mengatakan, selain ketersediaan lahan dan kemudahan perizinan, juga perlu ada insentif lain yang ditawarkan. Dengan demikian Indonesia memiliki peluang yang sama dengan negara lain di mata investor.
Misalnya saja Vietnam yang memberikan kemudahan regulasi investasi, biaya ekspor yang lebih efisien, sampai infrastruktur yang dipersiapkan untuk mendukung industri. “Kalau kebijakan mereka itu bagus, kenapa kita tidak copy paste saja,” ujar Enny, Rabu (1/7). ( Baca juga:Jaring Relokasi Pabrik China, Kawasan Industri Batang Serap 30.000 Tenaga Lokal )
Ada dua hal yang ditekankan Jokowi untuk menarik investasi dari perusahaan yang ingin melakukan relokasi, yakni mengenai ketersediaan lahan dan kemudahan perizinan.
Peneliti ekonomi INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Enny Sri Hartati mengatakan, selain ketersediaan lahan dan kemudahan perizinan, juga perlu ada insentif lain yang ditawarkan. Dengan demikian Indonesia memiliki peluang yang sama dengan negara lain di mata investor.
Misalnya saja Vietnam yang memberikan kemudahan regulasi investasi, biaya ekspor yang lebih efisien, sampai infrastruktur yang dipersiapkan untuk mendukung industri. “Kalau kebijakan mereka itu bagus, kenapa kita tidak copy paste saja,” ujar Enny, Rabu (1/7). ( Baca juga:Jaring Relokasi Pabrik China, Kawasan Industri Batang Serap 30.000 Tenaga Lokal )
Lihat Juga :