Wall Street Dibuka Bangkit setelah Terkapar 5 Sesi Beruntun

Selasa, 27 September 2022 - 21:39 WIB
Baca Juga: Terbebani Ancaman Resesi, Wall Street Dibuka Koreksi

Setelah mengerek suku bunga agresif sebesar 75 basis poin (bps), sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve dalam pernyataannya menegaskan bakal terus fokus untuk mengatasi inflasi yang merupakan prioritas mereka.

Gubernur Fed wilayah Chicago Charles Evans mengatakan bank sentral perlu menaikkan suku bunga setidaknya satu persen lagi tahun ini. Komentar ini muncul untuk menyoroti dukungan terhadap sikap agresif Fed untuk meredam inflasi yang terlalu tinggi. Argumen tersebut dilihat para pelaku pasar modal sebagai bentuk pengabaian The Fed atas volatilitas di pasar ekuitas. Hal ini ditakutkan akan kembali memunculkan tekanan jual.

Baca Juga: Didampingi Keponakan, Luhut Buka Perdagangan Wall Street di Amerika

Sebelumnya sejumlah analis lain menilai The Fed akan mengerek suku bunga di kisaran 4,75%-5,00% pada kuartal pertama tahun 2023. Proyeksi ini memperjelas bahwa indikator teknikal indeks yang menunjukkan 'oversold', belum mampu menandingi sentimen negatif pasar saat ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!