Habiskan Triliunan Rupiah, Lahan Gambut Bakal Disulap Jadi Food Estate

Jum'at, 03 Juli 2020 - 22:02 WIB
Sementara 79.500 ha sisanya sudah berupa semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali dan peningkatan irigasi. Khusus untuk peningkatan irigasi, diperkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp1,9 triliun untuk tahun 2021 dan 2022.

Dari 85.500 ha lahan fungsional, sekitar 28.000 hektare kondisi irigasinya baik. Sementara 57.200 ha lahan lainnya diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi dengan perkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp1,05 triliun. Rehabilitasi ini dikerjakan secara bertahap mulai dari tahun 2020 hingga 2022. Rinciannya, pada 2020 seluas 1.210 ha senilai Rp73 miliar, pada 2021 seluas 33.335 ha senilai Rp484,3 miliar, dan tahun 2022 seluas 22.655 ha senilai Rp 497,2 miliar.

Pada Tahun anggaran 2020, kegiatan rehabilitasi irigasi yang dilakukan Kementerian PUPR meliputi 4 kegiatan fisik, yakni rehabilitasi seluas 1.210 ha dengan anggaran Rp26 miliar dan 2 kegiatan perencanaan seluas 164.595 ha dengan anggaran Rp47 miliar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antar-kementerian dalam membangun program yang menjadi prioritas pemerintah.

“Intinya kerja sama kementerian akan saling membutuhkan. Karena tidak ada pertanian tanpa air, sedangkan jaringan irigasi itu membutuhkan air yang disiapkan oleh Kementerian PUPR. Jadi sesudah manajemen airnya selesai, Kementan baru memulai persiapan pertanian, prasarana, dan alat-alatnya,” tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!