Transaksi Keuangan Digital Melesat 31% Capai Rp4.500 Triliun, Ini 2 Faktor Pendorongnya
Kamis, 06 Oktober 2022 - 14:59 WIB
Baca juga: Mengungkap Pertahanan 3 Lapis di Industri Jasa Keuangan
Kedua adalah kehadiran fitur pembayaran seperti PayLater dan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.
Dua fitur ini memiliki peran penting dalam meningkatkan animo masyarakat untuk menggunakan metode digital untuk berbelanja.
Lebih lanjut Friderica menyampaikan, transaksi digital memang telah memudahkan hidup masyarakat dan menciptakan gaya hidup baru. Digitalisasi juga menjadi solusi kebutuhan masyarakat akan transaksi keuangan yang lebih cepat dan mudah.
Meski begitu, dunia digital juga punya potensi kerawanan. Badan Siber dan Sandi negara mencatat, lebih dari 700 juta serangan siber Indonesia terjadi di tahun 2022. Serangan siber yang mendominasi adalah dengan modus tebusan dan modus lainnya.
Baca juga: Marak Peretasan Data, Anggaran Keamanan Siber BSSN 2023 Hanya Rp217 Miliar
Kedua adalah kehadiran fitur pembayaran seperti PayLater dan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.
Dua fitur ini memiliki peran penting dalam meningkatkan animo masyarakat untuk menggunakan metode digital untuk berbelanja.
Lebih lanjut Friderica menyampaikan, transaksi digital memang telah memudahkan hidup masyarakat dan menciptakan gaya hidup baru. Digitalisasi juga menjadi solusi kebutuhan masyarakat akan transaksi keuangan yang lebih cepat dan mudah.
Meski begitu, dunia digital juga punya potensi kerawanan. Badan Siber dan Sandi negara mencatat, lebih dari 700 juta serangan siber Indonesia terjadi di tahun 2022. Serangan siber yang mendominasi adalah dengan modus tebusan dan modus lainnya.
Baca juga: Marak Peretasan Data, Anggaran Keamanan Siber BSSN 2023 Hanya Rp217 Miliar
Lihat Juga :