Manulife Perkuat Tenaga Pemasar Tingkatkan Penetrasi Proteksi

Senin, 10 Oktober 2022 - 18:48 WIB
Tingginya minat berasuransi ternyata berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan asuransi jiwa, termasuk Manulife Indonesia. Foto/Ist
JAKARTA - Industri asuransi mulai menggeliat seiring berangsur pulihnya kondisi ekonomi pascapandemi Covid 19. Hal itu menjadi peluang besar bagi perusahaan asuransi jiwa untuk menggarap pasar yang mulai tumbuh ke arah normal.

“Kami menyadari minat masyarakat Indonesia terhadap asuransi mulai meningkat terutama sejak adanya pandemi. Hal ini terlihat dari hasil survei Manulife Asia Care 2020 yang yang menyatakan 72 peren responden Indonesia ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan,” ujar Direktur & General Manager Agency PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) Novita J Rumngangun dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/10/2022).



Baca Juga: Lampaui Kinerja Pra-Pandemi, Industri Asuransi Jiwa Raih Pendapatan Rp62 Triliun

Tingginya minat berasuransi ternyata berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan asuransi jiwa, termasuk Manulife Indonesia. Tercatat, sepanjang 2021, Manulife Indonesia meraih pendapatan bersih premi asuransi Rp12,1 triliun. Jumlah itu meningkat 42% dibandingkan 2020. Pertumbuhan signifikan itu didorong kenaikan pendapatan premi di tahun yang sama.

Kinerja premi bisnis baru di 2021 tumbuh 35% dari sebelumnya Rp5,6 triliun menjadi Rp7,5 triliun (berdasarkan Annualized Premium Equivalent).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!