Selera Investor Berubah, Produk Berbasis ESG Banyak Disukai
Kamis, 13 Oktober 2022 - 23:10 WIB
Selera investor dalam memilih produk investasi berubah. Ilustrasi foto/shutterstock
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, investasi yang mengedepankan prinsip environmental, social, dan governance (ESG) terus mengalami pertumbuhan.
Kondisi tersebut juga dinilai berpengaruh pada perubahan selera investor dalam memilih produk investasi yang memiliki underlying dalam memperhatikan faktor lingkungan, sosial serta tata kelola yang baik.
"Apa yang kita lihat fenomena di pasar modal menunjukkan terjadi shifting appetite investor yang relatif signifikan untuk dapat berinvestasi pada produk yang berbasis green project," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE), Kamis (13/10/2022).
Baca juga: Perusahaan Melantai di Bursa Banyak Untungnya, Simak Penjelasan BEI
Dalam pengamatannya, investor pasar modal akan cenderung memilih instrumen investasi yang dapat terus berkontribusi terhadap keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Merujuk sejumlah data, Nyoman mencatat jumlah produk dan nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) investasi berbasis ESG meningkat cukup pesat sejak 2016 hingga saat ini.
Kondisi tersebut juga dinilai berpengaruh pada perubahan selera investor dalam memilih produk investasi yang memiliki underlying dalam memperhatikan faktor lingkungan, sosial serta tata kelola yang baik.
"Apa yang kita lihat fenomena di pasar modal menunjukkan terjadi shifting appetite investor yang relatif signifikan untuk dapat berinvestasi pada produk yang berbasis green project," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE), Kamis (13/10/2022).
Baca juga: Perusahaan Melantai di Bursa Banyak Untungnya, Simak Penjelasan BEI
Dalam pengamatannya, investor pasar modal akan cenderung memilih instrumen investasi yang dapat terus berkontribusi terhadap keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Merujuk sejumlah data, Nyoman mencatat jumlah produk dan nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) investasi berbasis ESG meningkat cukup pesat sejak 2016 hingga saat ini.
Lihat Juga :