Surplus Neraca Dagang Bukan Berarti Ekonomi Baik, Ini Saran CIPS
Rabu, 19 Oktober 2022 - 09:19 WIB
Untuk itu, penurunan nilai impor, terutama pada bahan baku industri, seharusnya dilihat sebagai sebuah peringatan.
Neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus sejak Februari 2020. Di tahun 2022, total nilai ekspor Indonesia antara Januari dan Juli sebesar USD219,35 miliar. Sedangkan nilai impornya mencapai USD178,96 miliar.
Baca juga: Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Sektor nonmigas mendominasi 94,46% total ekspor selama Januari-September 2022. Sedangkan sektor migas hanya 5,54%.
Jika dilihat dari strukturnya, sektor nonmigas juga dapat dibagi menjadi tiga, yaitu Industri pengolahan (manufaktur), pertanian dan pertambangan.
"Industri pengolahan (manufaktur) adalah sektor non-migas terbesar dengan sumbangsih ekspor di atas 70%. Industri pengolahan (manufaktur) juga merupakan sektor non-migas dengan kontribusi impor tertinggi," terang Hasran.
Neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus sejak Februari 2020. Di tahun 2022, total nilai ekspor Indonesia antara Januari dan Juli sebesar USD219,35 miliar. Sedangkan nilai impornya mencapai USD178,96 miliar.
Baca juga: Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Sektor nonmigas mendominasi 94,46% total ekspor selama Januari-September 2022. Sedangkan sektor migas hanya 5,54%.
Jika dilihat dari strukturnya, sektor nonmigas juga dapat dibagi menjadi tiga, yaitu Industri pengolahan (manufaktur), pertanian dan pertambangan.
"Industri pengolahan (manufaktur) adalah sektor non-migas terbesar dengan sumbangsih ekspor di atas 70%. Industri pengolahan (manufaktur) juga merupakan sektor non-migas dengan kontribusi impor tertinggi," terang Hasran.
(ind)
Lihat Juga :