Warning! Cipratan Efek Resesi ke Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 21:37 WIB
Kementerian PUPR tengah mewaspadai ancaman resesi pada tahun 2023 terhadap pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian PUPR tengah mewaspadai ancaman resesi pada tahun 2023 terhadap pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sebelumnya ekonomi dunia diproyeksi mengalami perlambatan seiring tingginya ketidakpastian global.
"Krisis memang tidak bisa dipungkiri. Hari ini ada negara lain yang sudah terpaksa krisis. Saya menyikapinya ini bisa jadi warning agar kita lebih hati-hati," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna dalam acara NGOPI (Ngobrol Bareng Dirjen PI) di Jakarta, Jumat (21/10/2022).
Baca Juga: APBN Terbatas, Anak Buah Sri Mulyani Andalkan Sumber Pembiayaan Kreatif untuk Infrastruktur
Herry mengatakan, bahwa kondisi resesi tidak terlalu mempengaruhi pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pasalnya pembangunan infrastruktur di Indonesia basisnya pembiayaan dalam negeri.
Diterangkan juga bahwa yang akan mempengaruhi pembiayaan infrastruktur adalah inflasi. Pasalnya dengan adanya inflasi yang tinggi nantinya akan berpengaruh terhadap kenaikan harga material pembangunan.
"Kaitan dengan inflasi tentu nanti harga terpengaruh dan ini yang harus kita antisipasi," katanya.
"Krisis memang tidak bisa dipungkiri. Hari ini ada negara lain yang sudah terpaksa krisis. Saya menyikapinya ini bisa jadi warning agar kita lebih hati-hati," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna dalam acara NGOPI (Ngobrol Bareng Dirjen PI) di Jakarta, Jumat (21/10/2022).
Baca Juga: APBN Terbatas, Anak Buah Sri Mulyani Andalkan Sumber Pembiayaan Kreatif untuk Infrastruktur
Herry mengatakan, bahwa kondisi resesi tidak terlalu mempengaruhi pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pasalnya pembangunan infrastruktur di Indonesia basisnya pembiayaan dalam negeri.
Diterangkan juga bahwa yang akan mempengaruhi pembiayaan infrastruktur adalah inflasi. Pasalnya dengan adanya inflasi yang tinggi nantinya akan berpengaruh terhadap kenaikan harga material pembangunan.
"Kaitan dengan inflasi tentu nanti harga terpengaruh dan ini yang harus kita antisipasi," katanya.
Lihat Juga :