Sanksi Terhadap Aluminium Rusia Bisa Berdampak ke Rantai Pasokan Global

Minggu, 23 Oktober 2022 - 06:58 WIB
Sejauh ini, hanya ada sedikit sinyal perbaikan permintaan China mengingat Presiden Xi Jinping telah memberi isyarat pada pertemuan partai Komunis di Beijing bahwa China akan tetap berpegang pada kebijakan nol Covid-nya.

Ini diperburuk oleh penyusutan permintaan di tempat lain karena suku bunga yang naik.

Produsen aluminium asal Amerika Serikat (AS), Alcoa dan banyak di Eropa juga menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi, dimana sebagian besar karena lonjakan harga listrik.

"Daya sekitar 30% dari total biaya untuk smelter aluminium sehingga mereka benar-benar terjepit, khususnya di beberapa operasi Eropa," kata Tanners.

Analis CFRA Research, Matthew Miller mengaku juga terkejut dengan kerugian kuartal ketiga Alcoa baru-baru ini, yang dikaitkan perusahaan karena adanya pelemahan harga aluminium dan biaya energi dan bahan baku utama yang lebih tinggi.

Seperti Tanners, dia mengatakan kepada "Street Signs Asia" CNBC bahwa "segalanya bisa menjadi lebih buruk di kuartal empat sebelum menjadi lebih baik."

Timbunan Menumpuk Jadi Pertanda Buruk

Sementara LME tidak mempublikasikan di mana aluminium bersumber saat persediaan naik, kenaikan stok global menjadi pertanda buruk mengingat harga logam dasar telah dilanda kekhawatiran resesi, kata Vivek Dhar, analis pertambangan dan komoditas energi CBA.

Setiap masuknya aluminium Rusia ke gudang LME juga menimbulkan masalah yang lebih kompleks, kata Dhar dalam sebuah catatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!