Revenue Melonjak 182,89%, IATA Terus Tunjukkan Kinerja Impresif
Senin, 24 Oktober 2022 - 13:31 WIB
Hingga akhir September 2022, perseroan telah memproduksi lebih dari 3 juta MT, lebih tinggi 64,1% dari produksi tahun lalu yang hanya 1,8 juta MT. IATA menargetkan produksi sebanyak 10 juta MT tahun depan dan akan terus meningkat seiring bertambahnya cadangan terbukti hasil eksplorasi. IATA optimistis cadangan batu bara untuk semua IUP setidaknya mencapai 600 juta MT.
Dampak dari peningkatan pendapatan yang telah disebutkan di atas, EBITDA perseroan pada 9M- 2022 tumbuh positif 215,20% mencapai USD63,41 juta, dari USD20,12 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan secara kuartal, EBITDA pada Q3-2022 tercatat sebesar USD18,71 juta, menguat 47,23% dibandingkan Q3-2021.
Baca juga: Jokowi ke Mohammad Shtayyeh: Indonesia Konsisten Dukung Perjuangan Palestina
Selain itu, laba bersih perseroan melambung 344,75% yoy dari USD10,11 juta pada 9M-2021 menjadi USD44,95 juta pada 9M-2022, yang juga mewakili peningkatan sebesar 109,11% yoy dari USD6,25 juta di Q3-2021 menjadi USD13,08 juta pada kuartal yang sama tahun ini.
Dampak dari peningkatan pendapatan yang telah disebutkan di atas, EBITDA perseroan pada 9M- 2022 tumbuh positif 215,20% mencapai USD63,41 juta, dari USD20,12 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan secara kuartal, EBITDA pada Q3-2022 tercatat sebesar USD18,71 juta, menguat 47,23% dibandingkan Q3-2021.
Baca juga: Jokowi ke Mohammad Shtayyeh: Indonesia Konsisten Dukung Perjuangan Palestina
Selain itu, laba bersih perseroan melambung 344,75% yoy dari USD10,11 juta pada 9M-2021 menjadi USD44,95 juta pada 9M-2022, yang juga mewakili peningkatan sebesar 109,11% yoy dari USD6,25 juta di Q3-2021 menjadi USD13,08 juta pada kuartal yang sama tahun ini.
(uka)
Lihat Juga :