Berkontribusi Rp1.153,4 Triliun, Sandiaga Uno Ungkap Posisi Ekraf Indonesia di Dunia
Senin, 24 Oktober 2022 - 17:17 WIB
"Dan setelah foto produknya di-endorse (di acara KaTa Kreatif) konsumennya langsung bertambah dan berdampak langsung pada omzet yang naik 100% dari Rp1-4 juta per bulan menjadi Rp7-8 juta per bulan," ujar Menparekraf.
Selain itu, ada Sanggar Seni Sari Bunian, pelaku ekraf dari subsektor seni pertunjukan di Kabupaten Tanah Datar. Ide dan pelajaran yang didapat dari narasumber ketika mengikuti workshop, mendorong pelaku di sanggar seni tersebut menghasilkan inovasi kostum, koreo, dan karya baru untuk penampilan pada event, festival, dan pertunjukan selanjutnya.
"Peminat jasa sanggar untuk event dan resepsi pernikahan jadi naik sampai delapan kali lipat, sehingga pemasukannya meningkat sampai Rp35 juta pada Agustus 2022 kemarin," jelas dia.
Ada juga pelaku UMKM ekraf di subsektor kuliner Kota Pagar Alam, Kantin Ummi. Pelaku ekraf tersebut menghasilkan produk kue gunjing yang tidak hanya memiliki cita rasa tinggi, tapi juga penamaan yang unik.
"Karena biasanya ibu-ibu yang membuat kue itu sambil bergunjing. Nah, ini merupakan suatu yang ada di negara kita jadi tidak usah diubah tapi ditambah varian rasa dan topping," katanya.
Alhasil, pelaku ekraf Kantin Ummi seusai mengikuti workshop KaTa Kreatif berhasil menghadirkan varian dan rasa topping terbaru dari Kue Gunjing.
"Omzetnya bertambah dari yang semula Rp1juta menghasilkan Rp2 juta. Alhamdulillah," kata Menparekraf.
Ia yakin dengan bekal serta wawasan kreativitas yang ditemui di workshop ini para pelaku ekonomi kreatif bisa bertahan dan justru berkembang di masa ancaman resesi akibat tekanan ekonomi.
"Jangan hanya kita berkompetisi, tapi kita harus juga berkolaborasi. Jangan sampai kita bengong, yang penting kita harus beradaptasi. Oleh karena itu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi harus terus dihadirkan," ujar Menparekraf.
Selain itu, ada Sanggar Seni Sari Bunian, pelaku ekraf dari subsektor seni pertunjukan di Kabupaten Tanah Datar. Ide dan pelajaran yang didapat dari narasumber ketika mengikuti workshop, mendorong pelaku di sanggar seni tersebut menghasilkan inovasi kostum, koreo, dan karya baru untuk penampilan pada event, festival, dan pertunjukan selanjutnya.
"Peminat jasa sanggar untuk event dan resepsi pernikahan jadi naik sampai delapan kali lipat, sehingga pemasukannya meningkat sampai Rp35 juta pada Agustus 2022 kemarin," jelas dia.
Ada juga pelaku UMKM ekraf di subsektor kuliner Kota Pagar Alam, Kantin Ummi. Pelaku ekraf tersebut menghasilkan produk kue gunjing yang tidak hanya memiliki cita rasa tinggi, tapi juga penamaan yang unik.
"Karena biasanya ibu-ibu yang membuat kue itu sambil bergunjing. Nah, ini merupakan suatu yang ada di negara kita jadi tidak usah diubah tapi ditambah varian rasa dan topping," katanya.
Alhasil, pelaku ekraf Kantin Ummi seusai mengikuti workshop KaTa Kreatif berhasil menghadirkan varian dan rasa topping terbaru dari Kue Gunjing.
"Omzetnya bertambah dari yang semula Rp1juta menghasilkan Rp2 juta. Alhamdulillah," kata Menparekraf.
Ia yakin dengan bekal serta wawasan kreativitas yang ditemui di workshop ini para pelaku ekonomi kreatif bisa bertahan dan justru berkembang di masa ancaman resesi akibat tekanan ekonomi.
"Jangan hanya kita berkompetisi, tapi kita harus juga berkolaborasi. Jangan sampai kita bengong, yang penting kita harus beradaptasi. Oleh karena itu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi harus terus dihadirkan," ujar Menparekraf.
Lihat Juga :