Eropa yang Pernah Ketakutan Bakal Membeku, Kini Kelebihan Pasokan Gas

Kamis, 27 Oktober 2022 - 08:08 WIB
Dilansir Wall Street Journal, lusinan kapal tanker gas alam cair mengapung di lepas pantai pelabuhan Eropa. Sementara ruang penyimpanan dan tempat berlabuh yang mampu menerima kargo super dingin hanya sedikit.

Beberapa pedagang menyimpan gas mereka di atas kapal, berharap harga membaik sebelum mereka menurunkan muatan. Harga gas alam telah jatuh lebih dari 70% dari level tertinggi akhir Agustus, sebagian berkat ledakan cuaca hangat.

Patokan berjangka untuk gas di pasar grosir telah turun lebih dari 10 minggu ini menjadi 100 euro, atau hampir sama dalam dolar, satu megawatt-jam. Hal ini memperpanjang penurunan sejak minggu lalu dan juga mencerminkan kemunduran baru-baru ini di AS.

Posisi nyaman yang ditemukan Eropa bisa bersifat sementara. Pasalnya mulai minggu depan, prakiraan cuaca kemungkinan bisa memperlihatkan sejauh mana cuaca musim dingin akan memengaruhi penyimpanan.

Musim dingin dapat menyedot simpanan gas dan menghambat pembangkit listrik tenaga angin. Musim dingin yang ringan, basah, dan berangin dapat membantu membatasi permintaan gas dan meningkatkan tenaga angin.

Sementara itu, hawa dingin di Asia dapat mendorong para pedagang untuk mengalihkan gas dari lepas pantai Eropa ke China, Jepang atau Korea Selatan.

Risiko lain yang bisa muncul yakni Infrastruktur gas terkadang rusak atau perlu diperbaiki, yang dapat menghambat sebagian surplus Eropa atau mempersulit pengguna. Sabotase juga jadi ancaman setelah penyelidik Barat mengungkapkan, bahwa ledakan baru-baru ini di sepanjang saluran gas Nord Stream yang menghubungkan Rusia dan Eropa adalah tindakan yang disengaja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!