Dukungan AS Mengalir untuk Indonesia dalam Berbagai Forum Perhelatan Antar-Bangsa
Kamis, 27 Oktober 2022 - 14:35 WIB
Duta Besar Katherine Tai mengingatkan kembali bahwa Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada tahun 2023 dan berharap dapat membicarakan agenda-agenda IPEF pada forum tersebut. Senior Official Meetings IPEF selanjutnya akan diselenggarakan oleh Australia pada bulan Desember 2022. AS mengharapkan peran aktif seluruh peserta IPEF termasuk Indonesia. Rencana Pertemuan Tingkat Menteri IPEF kedua dicanangkan akan berlangsung pada sekitar bulan Januari 2023.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas upaya penyelesaian berbagai hambatan perdagangan kedua negara, termasuk isu-isu kebijakan yang strategis dan sengketa dagang yang dinilai telah memenuhi kriteria kepatuhan sesuai rekomendasi Panel WTO. “Menindaklanjuti upaya Indonesia untuk memenuhi rekomendasi dan putusan DSB WTO, diharapkan Pemerintah Amerika Serikat dapat mendukung penyelesaian hambatan perdagangan bilateral melalui penutupan sengketa dagang yang dinilai telah memenuhi kewajiban Indonesia,” tegas Menko Airlangga.
Menindaklanjuti kerja sama bilateral Indonesia dan Amerika Serikat di masa mendatang, Menko Airlangga juga mengungkapkan keinginan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan dagang melalui perjanjian ekonomi bilateral. Duta Besar Tai juga memberikan alternatif atas peningkatan status hubungan ekonomi melalui berbagai kelompok kerja dalam sektor-sektor spesifik. Forum Trade and Investment Facilitation Agreement (TIFA) Indonesia Amerika Serikat yang selama ini telah berjalan dengan baik, juga berpotensi untuk ditingkatkan statusnya.
Baca juga: Orang Terkaya India 2022 Terus Raup Cuan, Total Harta Rp12.415 TriliunOrang Terkaya India 2022 Terus Raup Cuan, Total Harta Rp12.415 Triliun
Sebelum pertemuan diakhiri, Menko Airlangga dan USTR berkesempatan untuk bertukar pikiran mengenai isu hak cipta. “Kami menyampaikan apresiasi atas upaya Indonesia dalam penegakan Intelectual Property Rights (IPR) salah satunya melalui kinerja Task Force IPR,” pungkas USTR. Menanggapi hal tersebut, Menko Airlangga menegaskan bahwa penegakan IPR merupakan prioritas Indonesia dan berharap ada kerja sama pada bidang riset dan kegiatan lintas batas antara Indonesia dengan Amerika Serikat.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas upaya penyelesaian berbagai hambatan perdagangan kedua negara, termasuk isu-isu kebijakan yang strategis dan sengketa dagang yang dinilai telah memenuhi kriteria kepatuhan sesuai rekomendasi Panel WTO. “Menindaklanjuti upaya Indonesia untuk memenuhi rekomendasi dan putusan DSB WTO, diharapkan Pemerintah Amerika Serikat dapat mendukung penyelesaian hambatan perdagangan bilateral melalui penutupan sengketa dagang yang dinilai telah memenuhi kewajiban Indonesia,” tegas Menko Airlangga.
Menindaklanjuti kerja sama bilateral Indonesia dan Amerika Serikat di masa mendatang, Menko Airlangga juga mengungkapkan keinginan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan dagang melalui perjanjian ekonomi bilateral. Duta Besar Tai juga memberikan alternatif atas peningkatan status hubungan ekonomi melalui berbagai kelompok kerja dalam sektor-sektor spesifik. Forum Trade and Investment Facilitation Agreement (TIFA) Indonesia Amerika Serikat yang selama ini telah berjalan dengan baik, juga berpotensi untuk ditingkatkan statusnya.
Baca juga: Orang Terkaya India 2022 Terus Raup Cuan, Total Harta Rp12.415 TriliunOrang Terkaya India 2022 Terus Raup Cuan, Total Harta Rp12.415 Triliun
Sebelum pertemuan diakhiri, Menko Airlangga dan USTR berkesempatan untuk bertukar pikiran mengenai isu hak cipta. “Kami menyampaikan apresiasi atas upaya Indonesia dalam penegakan Intelectual Property Rights (IPR) salah satunya melalui kinerja Task Force IPR,” pungkas USTR. Menanggapi hal tersebut, Menko Airlangga menegaskan bahwa penegakan IPR merupakan prioritas Indonesia dan berharap ada kerja sama pada bidang riset dan kegiatan lintas batas antara Indonesia dengan Amerika Serikat.
(uka)
Lihat Juga :