Ledakan Covid Kembali Serang China, Harga Minyak Ambrol 1,12%
Senin, 31 Oktober 2022 - 11:00 WIB
Kendati demikian, minyak jenis light sweet WTI masih didukung peningkatan produksi besar-besaran dari sumber minyak serpih yang memiliki volume cukup besar di Amerika Serikat. Diketahui, ekspor minyak AS sempat mencetak rekor pada minggu lalu, yang sebagian mendorong harga WTI naik 3,4% pekan lalu. Sementara itu, Brent naik 2,4% minggu lalu, yang notabene kenaikan mingguan kedua berturut-turut.
Secara terpisah, Bank Sentral China menegaskan kembali tujuan kebijakan mereka untuk menjaga likuiditas tetap cukup cukup dan meningkatkan dukungan kredit sektor riil, sebagaimana disampaikan Gubernur Bank Rakyat China (PBOC) Yi Gang, dilansir Reuters, Senin (31/10).
Baca Juga: Pelemahan Dolar Bikin Harga Minyak Stabil
Ke depan, pasar minyak tengah menantikan rilis proyeksi minyak dari organisasi negara pengekspor minyak bumi (OPEC), yang diperkirakan masih akan tetap berpegang pada pandangan bahwa permintaan minyak masih akan meningkat untuk satu dekade lagi, meskipun penggunaan energi terbarukan dan mobil listrik mengimbangki kenaikan itu.
Secara terpisah, Bank Sentral China menegaskan kembali tujuan kebijakan mereka untuk menjaga likuiditas tetap cukup cukup dan meningkatkan dukungan kredit sektor riil, sebagaimana disampaikan Gubernur Bank Rakyat China (PBOC) Yi Gang, dilansir Reuters, Senin (31/10).
Baca Juga: Pelemahan Dolar Bikin Harga Minyak Stabil
Ke depan, pasar minyak tengah menantikan rilis proyeksi minyak dari organisasi negara pengekspor minyak bumi (OPEC), yang diperkirakan masih akan tetap berpegang pada pandangan bahwa permintaan minyak masih akan meningkat untuk satu dekade lagi, meskipun penggunaan energi terbarukan dan mobil listrik mengimbangki kenaikan itu.
(nng)
Lihat Juga :