Didera Krisis Gas, Pejabat Jerman Tawarkan Solusi Kontroversial
Senin, 31 Oktober 2022 - 14:14 WIB
Baca Juga: Mengupas 5 Fakta Krisis Gas Jerman, Kerugian Ekonomi Ditaksir Rp3.006 Triliun
Seruan itu muncul di tengah krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pengurangan impor energi dari Rusia, yang sebelumnya merupakan pemasok terbesar blok tersebut.
Konflik di Ukraina telah mengakibatkan perang sanksi habis-habisan terhadap Moskow, menargetkan komoditas termasuk minyak dan gas, dan berkontribusi pada melonjaknya harga energi di UE dan di seluruh dunia.
Pada bulan April lalu, Wakil Rektor dan Menteri Energi Jerman Robert Habeck menolak gagasan mengekstraksi gas serpih di Jerman dengan fracking dengan alasan lingkungan. Dia menekankan bahwa akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum dimungkinkan untuk mendapatkan izin yang diperlukan dan membangun produksi dengan menggunakan metode tersebut.
Seruan itu muncul di tengah krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pengurangan impor energi dari Rusia, yang sebelumnya merupakan pemasok terbesar blok tersebut.
Konflik di Ukraina telah mengakibatkan perang sanksi habis-habisan terhadap Moskow, menargetkan komoditas termasuk minyak dan gas, dan berkontribusi pada melonjaknya harga energi di UE dan di seluruh dunia.
Pada bulan April lalu, Wakil Rektor dan Menteri Energi Jerman Robert Habeck menolak gagasan mengekstraksi gas serpih di Jerman dengan fracking dengan alasan lingkungan. Dia menekankan bahwa akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum dimungkinkan untuk mendapatkan izin yang diperlukan dan membangun produksi dengan menggunakan metode tersebut.
(fai)
Lihat Juga :