Perlu Digenjot, Ekspor Produk UMKM RI Masih Kalah dari Malaysia
Selasa, 07 Juli 2020 - 13:28 WIB
Sebab itu, penting menyiapkan pelaku UMKM masuk pasar global. Apalagi saat ini di dalam negeri saja telah banyak produk yang masuk melalui e-commerce sehingga menjadi tantangan dan harus disiapkan agar UMKM bisa bersaing.Untuk mendorong ekspor produk UMKM, pemerintah telah menurunkan nilai ambang batas untuk impor yang tadinya USD75 turun menjadi USD3. Melalui penurunan tersebut tersebut diharapkan produk lokal mampu bersaing dengan produk impor.
"Kita juga harus membidik market-market secara khusus misalnya market kita timur tengah ada kedekatan ada opportunity untuk ekspor kesana," kata dia.
Pihaknya juga meminta produk ekspor UMKM tidak terlalu ketat pengawasannya berbeda dengan barang dari luar yang masuk ke dalam negeri. "Produk dari sini sini keluar pengawasan mestinya tidak terlalu ketat. Ini sering kali menjadi keluhan ketika kita ekspor. Kita juga perlu memanfaatkan jaringan diaspora untuk promosi produk dan kita perlu akselerasi semua," tandasnya.
Sebagai informasi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki baru sjaa melepas produk ekspor perdana lidi nipan sebanyak 12 ton ke Nepal dan lada sebanyak 45 ton ke Jepang. Kegiatan eskpor tersebut mampu mendorong perekonomian di daerah.
"Dari lidi nipah ini sendiri bisa kembangkan jadi produk-produk lainnya. Sebab, lidi nipah lebih kuat dari lidi lain. Saya pernah lihat tas seharga Rp1 miliar dari lidi rotan, saya kira lebih bagusan lidi nipah," ujarnya.
"Kita juga harus membidik market-market secara khusus misalnya market kita timur tengah ada kedekatan ada opportunity untuk ekspor kesana," kata dia.
Pihaknya juga meminta produk ekspor UMKM tidak terlalu ketat pengawasannya berbeda dengan barang dari luar yang masuk ke dalam negeri. "Produk dari sini sini keluar pengawasan mestinya tidak terlalu ketat. Ini sering kali menjadi keluhan ketika kita ekspor. Kita juga perlu memanfaatkan jaringan diaspora untuk promosi produk dan kita perlu akselerasi semua," tandasnya.
Sebagai informasi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki baru sjaa melepas produk ekspor perdana lidi nipan sebanyak 12 ton ke Nepal dan lada sebanyak 45 ton ke Jepang. Kegiatan eskpor tersebut mampu mendorong perekonomian di daerah.
"Dari lidi nipah ini sendiri bisa kembangkan jadi produk-produk lainnya. Sebab, lidi nipah lebih kuat dari lidi lain. Saya pernah lihat tas seharga Rp1 miliar dari lidi rotan, saya kira lebih bagusan lidi nipah," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :