IEA Ramalkan Krisis Gas UE Bisa Lebih Buruk pada Tahun Depan
Jum'at, 04 November 2022 - 15:53 WIB
"Dalam hal penghentian penuh pasokan gas pipa Rusia ke UE dan pemulihan impor LNG China ke tingkat 2021, analisis IEA baru menunjukkan bahwa Eropa akan menghadapi kesenjangan pasokan-permintaan yang menantang sebesar 30 miliar meter kubik selama periode kunci, yakni periode pengisian ulang penyimpanan gas pada musim panas 2023.
Baca Juga: 3 Dampak Naiknya Harga Gas Rusia di Negara-Negara Eropa, Terakhir Krisis Ekonomi
"Kesenjangan ini dapat mewakili hampir setengah dari gas yang dibutuhkan untuk mengisi lokasi penyimpanan hingga kapasitas 95% pada awal musim pemanasan 2023-2024," ungkap laporan itu yang dikutip Russia Today, Jumat (4/11/2022).
Kepala IEA Fatih Birol mengatakan musim dingin mendatang mungkin terbukti akan jauh lebih keras daripada yang akan datang. "Ketika kita melihat tren terbaru dan kemungkinan perkembangan di pasar gas global dan Eropa, kita melihat bahwa Eropa akan menghadapi tantangan yang lebih berat pada musim dingin mendatang," cetusnya.
Baca Juga: 3 Dampak Naiknya Harga Gas Rusia di Negara-Negara Eropa, Terakhir Krisis Ekonomi
"Kesenjangan ini dapat mewakili hampir setengah dari gas yang dibutuhkan untuk mengisi lokasi penyimpanan hingga kapasitas 95% pada awal musim pemanasan 2023-2024," ungkap laporan itu yang dikutip Russia Today, Jumat (4/11/2022).
Kepala IEA Fatih Birol mengatakan musim dingin mendatang mungkin terbukti akan jauh lebih keras daripada yang akan datang. "Ketika kita melihat tren terbaru dan kemungkinan perkembangan di pasar gas global dan Eropa, kita melihat bahwa Eropa akan menghadapi tantangan yang lebih berat pada musim dingin mendatang," cetusnya.
(fai)
Lihat Juga :