Di Forum G20, Prabowo Sebut Krisis Pangan Jadi Ancaman Kemanusiaan
Minggu, 13 November 2022 - 12:00 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam Global Food Security side events G20, di Nusa Dua, Minggu (12/11/2022). FOTO/dok.Istimewa
NUSA DUA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan bahwa krisis pangan telah menjadi ancaman nyata terhadap kemanusiaan. Hal itu diperparah dengan permasalahan lain seperti ancaman perubahan iklim yang kian nyata di tengah lonjakan populasi.
"Suka atau tidak suka, kita menghadapi isu ledakan populasi. Mungkin ini (isu) sensitif, ada bagian dari elit global yang masih sangat berpengaruh, dan bahkan di negara kami, yang tidak suka berbicara soal ledakan populasi. Tetapi, jika kita adalah pemimpin yang sesungguhnya, kadang pemimpin harus mengatakan hal yang tidak mengenakkan, dan ini menjadi sebuah dilema atau paradoks, khususnya bagi para politisi yang ingin terpilih," tegas Prabowo dalam Global Food Security Forum G20 Day 2 di Nusa Dua, Bali, Minggu (12/11/2022).
Baca Juga: Ray Rangkuti: Dukungan Jokowi ke Prabowo adalah Guyonan Serius
Dia mengatakan, beruntungnya pemilu dan pemilihan Presiden di Indonesia masih lumayan jauh di masa depan. Hal ini kemudian menjadi dilema bagi orang-orang yang memegang posisi kepemimpinan. Misal, jika mereka mengingatkan soal bahaya yang akan datang, mereka akan dituduh menjadi pesimistis.
"Suka atau tidak suka, kita menghadapi isu ledakan populasi. Mungkin ini (isu) sensitif, ada bagian dari elit global yang masih sangat berpengaruh, dan bahkan di negara kami, yang tidak suka berbicara soal ledakan populasi. Tetapi, jika kita adalah pemimpin yang sesungguhnya, kadang pemimpin harus mengatakan hal yang tidak mengenakkan, dan ini menjadi sebuah dilema atau paradoks, khususnya bagi para politisi yang ingin terpilih," tegas Prabowo dalam Global Food Security Forum G20 Day 2 di Nusa Dua, Bali, Minggu (12/11/2022).
Baca Juga: Ray Rangkuti: Dukungan Jokowi ke Prabowo adalah Guyonan Serius
Dia mengatakan, beruntungnya pemilu dan pemilihan Presiden di Indonesia masih lumayan jauh di masa depan. Hal ini kemudian menjadi dilema bagi orang-orang yang memegang posisi kepemimpinan. Misal, jika mereka mengingatkan soal bahaya yang akan datang, mereka akan dituduh menjadi pesimistis.
Lihat Juga :