IMF Kembali Beri Tanda Bahaya, Prospek Ekonomi Global Semakin Suram
Senin, 14 November 2022 - 14:25 WIB
"Pangsa pasar negara G20 yang sebelumnya meningkat telah turun dari wilayah ekspansif awal tahun ini ke level yang menandakan kontraksi. Fragmentasi global menambah risiko terjadinya penurunan," kata IMF dilansir Reuters, Senin (14/11/2022). "Tantangan yang dihadapi ekonomi global sangat besar dan indikator ekonomi yang melemah menunjukkan tantangan lebih lanjut ke depan," jelas IMF.
Baca Juga: Membelot ke Ukraina, Tentara Bayaran Rusia Dieksekusi dengan Palu Godam
IMF menambahkan situasi saat ini luar biasa tidak terkendali. Krisis energi yang memburuk di Eropa sangat merugikan pertumbuhan dan meningkatkan inflasi, sementara inflasi tinggi yang berkepanjangan dapat mendorong kenaikan suku bunga kebijakan yang lebih besar dari yang diantisipasi dan pengetatan kondisi keuangan global lebih lanjut.
Tak hanya itu, peristiwa cuaca yang semakin parah juga akan merusak pertumbuhan di seluruh dunia. "Hal itu pada gilirannya menimbulkan peningkatan risiko krisis utang negara untuk ekonomi yang rentan," kata IMF.
Baca Juga: Membelot ke Ukraina, Tentara Bayaran Rusia Dieksekusi dengan Palu Godam
IMF menambahkan situasi saat ini luar biasa tidak terkendali. Krisis energi yang memburuk di Eropa sangat merugikan pertumbuhan dan meningkatkan inflasi, sementara inflasi tinggi yang berkepanjangan dapat mendorong kenaikan suku bunga kebijakan yang lebih besar dari yang diantisipasi dan pengetatan kondisi keuangan global lebih lanjut.
Tak hanya itu, peristiwa cuaca yang semakin parah juga akan merusak pertumbuhan di seluruh dunia. "Hal itu pada gilirannya menimbulkan peningkatan risiko krisis utang negara untuk ekonomi yang rentan," kata IMF.
(nng)
Lihat Juga :